
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan usai ratas bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Senin (22/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com – Rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan di Jalan TB Simatupang dengan tol Fatmawati 2 gratis berlanjut hingga Oktober 2025. Perpanjangan itu diputuskan Gubernur DKI Pramono Anung karena efektif mengurai kemacetan horor di sana.
“Antusiasme publik luar biasa. Selama lima hari (uji coba), kita average, rata-rata per hari itu 610.000 lebih yang menggunakan, bahkan terakhir sudah di atas 800.000 sehingga kemudian kami memutuskan untuk diperpanjang sampai dengan akhir Oktober,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (24/9).
Dengan memperpanjang kebijakan itu, Pramono menargetkan proyek pekerjaan yang membuat kemacetan di sana rampung sebelum kebijakan itu berakhir.
“Mudah-mudahan, di akhir Oktober apa yang dilakukan oleh PAM Jaya, PAL Jaya, dan Bina Marga di sana sudah selesai. Sehingga, apa yang terjadi di TB Simatupang bisa kita normalkan kembali,” tegas Pram.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menuturkan, hasil evaluasi lima hari uji coba rekayasa lalu lintas itu menunjukkan perbaikan unjuk kerja secara jaringan.
“Kami sudah menetapkan untuk melanjutkan rekayasa lalu lintas itu dan pengaturan serupa dengan minggu lalu sudah diterapkan Senin sore,” jelas Syafrin. Adapun tol gratis di Fatmawati 2 itu diterapkan setiap hari Senin sampai Jumat, pukul 17.00 sampai 20.00, kecuali hari libur.
Lebih lanjut, Syafrin merincikan hasil evaluasi dari rekayasa lintas yang dilaksanakan selama lima hari. Yakni, volume lalu lintas per kapasitas (visi rasio) di Jalan R.A. Kartini naik 18,6 persen. “Sementara untuk kecepatan rata-rata di ruas jalan itu meningkat 15,9 persen,” terang Syafrin.
Dia juga menyebutkan, penambahan satu lajur di sisi tol yang gratis itu juga meningkatkan kapasitas jalan sebesar 26 persen.
“Artinya dengan volume lalu lintas, kemudian perhitungan secara matematis tadi, itu keseluruhannya membaik. Bahkan, melampaui target kami,” jelasnya. Memang, untuk uji coba itu, Dishub DKI menargetkan perbaikan kecepatan itu hanya sekitar 5 persen.(

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
