
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam sesi podcast Banyak Tanya Jawapos/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Kemacetan panjang di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik, bahkan ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat inkonsistensi lajur dan proyek pembangunan yang berlangsung secara bersamaan.
“Kita pahami TB Simatupang pada saat jaringan jalan tol dibangun, terdapat inkonsistensi lajur di sana. Beberapa titik seperti contoh di exit tol kilometer 21, yang keluar Cipete–Pondok Labu. Di sana dari arah timur ke barat itu mulai dari Cibis Park itu tiga lajur. Begitu masuk ke SPBU Shell itu menjadi dua lajur. Dua lajur besar kemudian masuk ke salah satu APM motor atau mobil di situ kemudian menjadi dua lajur. Itu sampai dengan di pintu tol,” ujar Syafrin kepada Jawapos.com.
Kondisi itu, lanjutnya, membuat kawasan tersebut rawan terjadi penyempitan jalan (bottleneck), terutama ketika volume kendaraan dari arah timur meningkat tajam. Situasi semakin memburuk karena adanya empat proyek pembangunan yang sedang dikerjakan di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Dari Pasar Minggu sampai dengan Ampera itu ada pekerjaan peningkatan kapasitas pipanisasi air oleh PAM Jaya. Kemudian dari Ampera sampai ke Cibis hingga pom Shell ada pekerjaan peningkatan IPAL oleh PALJAYA. Setelah itu ada pekerjaan pipanisasi Pertagas. Di ujung, di simpang TB Simatupang, Fatmawati ke R.A. Kartini, ada pekerjaan complete street oleh Dinas Binamarga,” jelasnya.
Dishub DKI, kata Syafrin, telah memberikan masukan agar pelaksana proyek menjaga konsistensi lajur. Namun di beberapa titik, hal itu sulit dilakukan. Salah satunya di kawasan Cibis Park, di mana proyek IPAL PALJAYA harus menutup sebagian lajur kanan jalan.
“Sehingga yang tersedia adalah tinggal satu lajur di sisi kiri — di sisi selatannya TB Simatupang. Nah setelah dilihat, ternyata beda level antara jalan dengan lahan milik masyarakat. Sehingga kalau dilakukan detur atau penambahan lajur, dikhawatirkan justru terjadi musibah longsor, apalagi kendaraan berat melintas,” terang Syafrin.
Untuk mengurangi beban lalu lintas, Dishub DKI mengimbau masyarakat agar tidak melewati Jalan TB Simatupang jika tidak memiliki kepentingan langsung di kawasan tersebut. “Silakan memilih jalur alternatif dan kemudian kami mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan angkutan umum,” katanya.
Ia menambahkan, untuk memperlancar lalu lintas, petugas gabungan telah disiagakan selama 24 jam. “Jadi dari setiap pelaksana proyek itu menempatkan petugas flagmannya, kemudian dari petugas Dinas Perhubungan dan juga kepolisian sudah bersama-sama menempatkan jajaran untuk kemudian mengatur lalu lintas lebih smooth di kawasan itu,” tandas Syafrin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
