
Mahmudin, 43, anggota Linmas RW 05 Gambir, Jakarta Pusat, menjadi korban pembacokan hingga tangannya harus diamputasi lantaran melerai tawuran. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus pembacokan terhadap Mahmudin, 43, anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) RW 05 Gambir, Jakarta Pusat, masih belum menemui titik terang.
Hingga kini, Polsek Metro Gambir belum berhasil menangkap pelaku yang menyerang korban saat melerai tawuran.
Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki Respati menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian tersebut.
"Dari awal kita sudah mintai keterangan dari saksi-saksi. Saat ini ada tiga pelajar yang tengah dimintai keterangan namun statusnya sebagai saksi," ujarnya.
Namun, ia menegaskan polisi tidak bisa terburu-buru menetapkan tersangka. Sebab, rekaman dalam kamera pengawas CCTV tidaklah jelas.
"Kita juga sudah lakukan pemeriksan dalam rekaman CCTV, namun muka yang ada di CCTV kurang jelas," tambahnya.
Respati mengungkap tawuran ini dipicu saling tantang di Instagram. Akun @Original016angke diduga menantang kelompok @Badhabits.kids dari Petojo Selatan.
Tantangan itu kemudian ditanggapi oleh kelompok Jembatan Lima yang datang menggunakan sekitar 25 sepeda motor.
Dalam penyelidikan awal, tiga remaja diperiksa sebagai saksi. Yakni, pelajar SMK berinisial FH, 17 dan dua pelajar SMK sekaligus admin @Badhabits.kids berinisial MAF, 17, dan MTAF, 17.
Kanitreskrim Polsek Metro Gambir, Kompol Dimmas Adhit Putranto, membenarkan pemeriksaan terhadap ketiganya.
"Motif dari kejadian ini adalah perselisihan antar kelompok remaja yang dipicu melalui media sosial. Mereka saling menantang, kemudian bertemu langsung dan terjadi bentrokan di tempat umum," jelas Dimmas.
Ia menambahkan media sosial kini banyak dimanfaatkan untuk provokasi. Pihaknya pun turut menelusuri jejak digital guna mengungkap kasus ini.
"Kami sedang menelusuri jejak digital dan mengumpulkan bukti lainnya, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi. Akun-akun media sosial juga sedang dianalisis bersama tim IT," ucapnya.
Barang bukti yang sudah dikumpulkan antara lain rekaman CCTV, data komunikasi akun Instagram yang terlibat, serta keterangan saksi.
Diketahui, peristiwa ini terjadi pada 26 Juli 2025 sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan KH Hasyim Ashari, Petojo Utara, Gambir. Saat itu Mahmudin tengah berjaga di pos keamanan untuk mencegah warga ikut terlibat tawuran.
Namun, rombongan geng motor dengan lebih dari 20 kendaraan melintas. Mahmudin sempat mencoba menghalangi, tapi tiba-tiba salah satu pelaku menyerangnya dari belakang dengan senjata tajam.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
