
Para pelaku penculikan Mohamad Ilham Pradipta, kepala cabang bank BUMN di Jakpus, yang diculik dan dibunuh pada Rabu (20/8/2025). (video penangkapan pelaku)
JawaPos.com - Kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang Bank BUMN Cempaka Putih melibatkan 3 klaster pelaku. Yakni klaster yang mengintai korban bernama Mohamad Ilham Pradipta, klaster penculik, dan klaster eksekutor yang menghabisi nyawa korban.
Informasi tersebut dibeber oleh Adrianus Agal selaku penasihat hukum 4 tersangka yang berperan sebagai penculik. Yakni tersangka berinisial AT, RS, RH, dan RW. Menurut dia, masing-masing klaster pelaku memiliki peran yang berbeda-beda. Namun tujuannya sama: menculik korban.
”Yang saya mau sampaikan di sini, bahwa atas peristiwa pidana ini ada 3 klaster. Klaster pertama itu setelah kami dapat informasi dari penyidik dan dari intelijen kami, bahwa klaster pengintai, klaster penjemputan paksa, sama eksekutor. Kami terputus di pengintai sama eksekutor,” ujarnya.
Adrianus memastikan, 4 tersangka yang dia dampingi hanya berperan sebagai penculik atau orang tim yang menjemput paksa korban. Mereka tidak terlibat dalam pembunuhan Ilham. Secara tegas, dia menyatakan bahwa klien-kliennya tidak terlibat dalam eksekusi.
”Mereka tidak mengeksekusi. Makanya kan ada tiga klaster. Klaster pertama itu klaster pengintai. Mereka mengintai korban. Terus klaster yang kedua, itu ada yang 4 orang yang menjemput paksa. Klaster ketiga yang melakukan eksekusi. Eksekusi dalam hal ini dari data penemuan kami di lapangan ada dugaan oknum,” jelasnya.
Namun demikian, Adrianus tidak menyangkal bahwa perbuatan kliennya adalah kesalahan. Sehingga dia menghaturkan permohonan maaf kepada keluarga korban. Dia menyatakan bahwa para pelaku yang didampingi nekat menculik korban dengan iming-imingi uang.
”Karena ada tekanan ekonomi juga. Kalau mereka tahu bahwa pekerjaan ini sampai terjadi mengakibatkan kematian. Saya yakin sebagai orang yang beragama dan kami juga sebagai orang Katolik pasti kami menolak pekerjaan seperti ini,” jelasnya.
Para tersangka yang didampingi oleh Adrianus menculik korban dari parkiran salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Timur. Dia diangkut secara paksa oleh para pelaku pada Rabu pekan lalu (20/8). Besoknya (21/8) korban ditemukan tewas mengenaskan di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
