
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tangsel bersama masyarakat berhasil menangkap ular yang mengganggu lingkungan. (Istimewa)
JawaPos.com - Layani masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel telah melakukan 175 aksi penyelamatan sepanjang Januari hingga Juni 2025. Dari jumlah itu, evakuasi ular mendominasi dengan 56 kasus.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Ahmad Dohiri menyampaikan, ratusan penyelamatan itu tersebar di tujuh kecamatan. Tertinggi ada di Kecamatan Pondok Aren sebanyak 37 kasus, disusul Ciputat 36 kasus, dan Pamulang 33 kasus. Kemudian di Serpong tercatat 22 kasus, Serpong Utara ada 19 kasus, Ciputat Timur ada 17 kasus, serta Setu 11 kasus.
"Yang paling mendominasi masih evakuasi ular dan sarang tawon. Laporan bisa sampai enam dalam sehari," ungkap Adam sapaan akrab Ahmad Dohiri, kemarin (27/7).
Adam menerangkan, jumlah evakuasi ular saat ini sudah mencapai 56 kali. Kemudian sarang tawon atau lebah sebanyak 42 kasus, serta biawak tokek, dan buaya ada 23 kejadian.
"Evakuasi kucing dan musang ada 15 kasus," tuturnya. Damkar juga menangani penyelamatan tidak biasa, seperti melepas cincin yang sulit dilepas dan lainnya tercatat ada 24 kejadian.
Sisanya meliputi evakuasi korban kebakaran, kecelakaan lalu lintas, pohon tumbang, hingga monyet liar. Petugas mengutamakan penanganan berdasarkan tingkat bahaya.
Misalnya, jika ada laporan biawak dan tawon secara bersamaan, maka evakuasi biawak lebih dulu dilakukan. "Kalau ada ular, itu pasti jadi prioritas utama. Jadi tergantung objek mana yang paling membahayakan," lanjutnya.
Dalam operasional harian, satu regu terdiri dari lima personel. Regu tersebut biasanya dibagi dua untuk menangani beberapa titik sekaligus. Misalnya, dua orang cukup untuk evakuasi ular, tiga untuk biawak, dan evakuasi tawon bisa melibatkan seluruh tim karena biasanya berada di ketinggian.
Untuk menunjang mobilitas, Damkar Tangsel juga dilengkapi armada mobil dan motor rescue yang siap terjun kapan saja. Menariknya, sebagian besar laporan tidak masuk melalui layanan darurat nasional 112.
Warga Tangsel lebih memilih langsung menghubungi nomor darurat milik Damkar Tangsel, yakni 0811-9000-74. Langkah itu dinilai lebih efektif karena laporan bisa langsung ditangani tanpa harus melalui pusat kendali layanan 112.
"Nomor itu sudah kami sosialisasikan lewat stiker ke rumah-rumah. Sekitar 40 ribu stiker sudah kami sebar di berbagai wilayah," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
