Kebakaran besar melanda kawasan Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (28/7) sore. (Istimewa)
JawaPos.com - Kebakaran hebat melanda Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (28/7). Api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB dan baru bisa dipadamkan Selasa (29/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB,
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menuturkan, kebakaran tersebut menyebabkan sebanyak 552 kios di Pasar Taman Puring hangus terbakar. Asap tebal membumbung tinggi dan membuat warga sekitar panik. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Objek terdampak 552 Kios Pasar. Untuk korban nihil," ujar Yohan, Selasa (29/7).
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam pendataan. Tim gabungan dari berbagai instansi sudah turun ke lokasi untuk menangani dampak kebakaran.
"Dugaan penyebab masih dalam pendataan," katanya.
Sebanyak 35 unit mobil pemadam dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) diterjunkan ke lokasi. Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran tersebut masih dalam proses penghitungan.
Cerita Pedagang Selamatkan Diri dan Dagangan
Ruslan, 42, salah satu pedagang yang telah berjualan di Pasar Taman Puring sejak 1994, menceritakan momen mengerikan saat api mulai membesar.
“Lagi beres duduk di tengah. Terus ada api nyebar ke sini kenceng. Cepet banget. Langsung lari keluar. Gak kuat panas suhunya,” ujar Ruslan, Senin (28/7).
Selama lebih dari dua dekade, Ruslan berjualan makanan ringan dan minuman di pasar legendaris itu. Namun, malam itu, hampir seluruh dagangannya habis dilahap si jago merah. “Minuman doang yang dari boks (yang selamat),” ungkapnya lesu.
Ia mengaku tak mendengar suara ledakan dalam insiden kebakaran itu. Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Nggak ada korban. Ada yang pulang sebagian. Gak ada suara ledakan,” jelasnya.
Ruslan menyebut kerugian yang dialaminya cukup besar, terutama karena dagangan seperti rokok dan makanan ringan ikut terbakar. “Lumayan kerugian, makanan ringan sama rokok,” tambahnya.
Kisah serupa juga disampaikan Ika, 40, pedagang lainnya yang berada di sekitar lokasi saat api mulai berkobar. Ia sempat melihat api muncul dari tengah area pasar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
