
Sebagian menu MBG sudah tidak layak konsumsi di SDN Rawa Buntu 03 Kota Tangsel pada Kamis (17/7). (SDN Rawa Buntu 03 Kota Tangsel Untuk Jawa Pos)
JawaPos.com - Program makan bergizi gratis (MBG) di SDN Rawa Buntu 03 Kota Tangsel menuai sorotan. Beberapa hari lalu, ratusan siswa di sekolah tersebut mendapatkan menu dengan kondisi tidak layak konsumsi.
Kepala SDN Rawa Buntu 03 Kota Tangsel Amir Mahmud menyampaikan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (17/7). Program MBG yang diterima sekolahnya hanya berisi jagung, satu pisang, dan tahu bakso. Namun, saat itu banyak anak-anak yang tidak mau makan makanan tersebut.
"Tahu bakso-nya ada yang berlendir. Kemudian banyak sisa. Anak-anak pada buang makanannya, ada juga yang dikasih ke gurunya," kata Amir, kemarin (22/7).
Dia menuturkan, orang tua murid juga banyak yang mengeluhkan menu MBG tersebut. "Yang mengirimkan MBG dari Dapur Ciater Dua," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel Deden Deni menambahkan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait menu MBG tersebut. "Kami akan mengecek dahulu dapur umumnya," imbuh Deden. (mim)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
