Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 03.29 WIB

Wali Kota New York Kaget Jakarta Tak Lagi Masuk Kota Termacet Dunia, Pramono Ungkap Alasannya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau titik banjir di tanggul inspeksi kali Ciliwung, Selasa (8/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau titik banjir di tanggul inspeksi kali Ciliwung, Selasa (8/7). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap momen saat bertemu Wali Kota New York, Eric Adams, dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat pekan lalu. Dalam pertemuan bilateral itu, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta tak lagi termasuk dalam jajaran kota paling macet di dunia.

Berdasarkan survei terbaru TomTom Traffic Index 2024, Jakarta kini berada di peringkat ke-90 kota termacet di dunia, turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data tersebut langsung membuat Eric Adams terkejut.

"Ketika saya bilateral dengan Mayor New York, saya sampaikan itu dan mereka rupanya tahu itu. Yang awalnya saya mau bertanya, gantian mereka yang bertanya, kenapa kok Jakarta bisa melakukan perubahan itu?," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/7).

Menurut data TomTom, waktu tempuh perjalanan di Jakarta untuk jarak 10 kilometer rata-rata 25 menit 31 detik. Sementara New York, di tahun yang sama, justru lebih padat dengan peringkat ke-25 dan waktu tempuh 31 menit 6 detik per 10 kilometer.

Tak hanya membahas kemacetan, Eric Adams juga melihat kesamaan tantangan urban antara Jakarta dan New York. Luas wilayah Jakarta yang mencapai 660 km² dibandingkan dengan New York yang 700 km² membuat keduanya cukup sebanding dari segi tata kota.

Namun, Pramono menekankan bahwa jumlah penduduk Jakarta jauh lebih besar dan dinamis.

"Tetapi penduduknya Jakarta lebih banyak. Jakarta itu 11 juta di pagi hari, bertambah 4 juta menjadi 15 juta di siang hari. Kalau New York itu 8 juta, nambah 5 juta, jadi total kurang lebih 13 juta. Jadi, sehingga hampir apple to apple antara Jakarta dan New York," terang Pramono.

Ia juga menegaskan pentingnya kebijakan yang tepat dalam mengatasi masalah kota besar.

"Persoalan kota metropolitan baik Jakarta maupun New York kurang lebih sebenarnya sama. Tetapi bagaimana kita memilih kebijakan itu agar bisa memberikan dampak manfaat bagi publik itu yang menjadi hal yang utama," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore