
Tiga tersangka curanmor diamankan anggota Polsek Cinere. (Febry Ferdian/Jawa Pos)
JawaPos.com–Polsek Cinere mengungkap aksi pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan tiga orang pelaku selama tiga bulan terakhir. Dalam kurun waktu tersebut, para pelaku telah mencuri sedikitnya 16 unit motor di wilayah Limo dan Cinere, Kota Depok.
Pengungkapan ini bermula dari laporan kehilangan motor milik seorang pedagang bakso berinisial VA, pada Minggu (8/6) malam. Saat itu, korban tengah berdagang di dekat SPBU Jalan Raya Gandul dan memarkirkan kendaraan di samping kios.
”Karena fokus melayani pembeli, korban tidak memantau motornya. Baru sekitar pukul 20.30 WIB, dia sadar kendaraannya sudah tidak ada,” ujar Kapolsek Cinere AKP Pesta Hasiholan dalam keterangannya.
Beruntung, motor korban sudah dilengkapi GPS. Dari sinyal pelacakan, posisi kendaraan terdeteksi berada di Jalan Pendidikan, Limo. Korban pun segera melaporkan temuan tersebut ke pihak Bhabinkamtibmas setempat yang kemudian meneruskan ke tim opsnal Polsek Cinere.
Tim yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Firman langsung bergerak ke lokasi bersama korban. Saat tiba di lokasi, motor milik korban ditemukan di lantai dasar sebuah kontrakan. Setelah berkoordinasi dengan ketua RT, polisi melakukan penggerebekan dan menemukan tiga pria di lantai dua kontrakan, lengkap dengan sejumlah barang bukti.
Dari hasil penggeledahan, lanjut Pesta Hasiholan, petugas menyita sembilan unit motor dari berbagai merek, dua kunci letter T berikut mata kunci, satu airsoft gun yang sudah rusak, satu bilah badik, beberapa plat nomor palsu, serta tiga STNK.
”Pelaku berinisial HDP, 32; RF, 21; dan MRA, 23. HDP merupakan otak sekaligus eksekutor utama, RF bertugas membawa motor, sementara MRA memantau situasi sekitar,” ungkap Kapolsek Pesta Hasiholan.
Dari pemeriksaan awal, lanjut dia, diketahui para pelaku menjual motor curian secara cepat melalui sistem COD, dengan harga bervariasi antara satu hingga dua juta rupiah per unit. Aksi pencurian dilakukan secara acak, menyasar motor yang diparkir di pinggir jalan, minimarket, atau tempat usaha kecil tanpa pengawasan ketat.
”Biasanya mereka beraksi pada malam hari, mulai pukul 18.15 hingga 22.00, saat warga sedang lengah, seperti waktu salat atau sibuk berdagang,” jelas Pesta Hasiholan.
Dari pengakuan pelaku, mereka belajar teknik pencurian dari YouTube dan dari rekan-rekan yang pernah menjalani hukuman. Mereka juga selalu mengganti plat nomor asli dengan plat palsu untuk menghindari pelacakan.
Meski baru tiga bulan beraksi, jumlah motor yang berhasil mereka curi sudah mencapai 16 unit. Saat ini polisi baru mengamankan sembilan unit dan terus melakukan pengembangan untuk mencari sisanya.
Pesta Hasiholan memastikan, pihaknya akan terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain dan menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
”Tambahan kunci pengaman sangat penting, karena pelaku hanya butuh 2–3 detik untuk membawa kabur motor dengan kunci letter T,” ucap Pesta Hasiholan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
