Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 November 2023 | 19.56 WIB

Sebelum Hilang, Kasus KDRT kepada Dokter Qory Disaksikan Tukang Bubur

- Kasus hilangnya dokter Qory akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menjadi buah bibir warganet, sang dokter dipastikan sudah ditemukan dan kini berada di Polres Bogor. (media X @ahriesonta) - Image

- Kasus hilangnya dokter Qory akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menjadi buah bibir warganet, sang dokter dipastikan sudah ditemukan dan kini berada di Polres Bogor. (media X @ahriesonta)

JawaPos.com - Polres Bogor menemukan saksi mata dalam kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Dokter Qory oleh suaminya, Willy Sulistio, 39. Seorang penjual bubur melihat langsung di lokasi saat terjadinya keributan pada malam hari ulang tahun Willy.
 
"Saat kejadian kami menemukan tadi pagi, bukti penjual bubur melihat kejadian tersebut," kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan, Sabtu (18/11).
 
KDRT kepada Qory diduga sudah berulang kali. Puncaknya saat Qory kabur dari rumah dan meminta perlindungan kepada Dinas P2TP2A. 
 
 
"Ya, sementara dugaan kami seperti dari hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan terhadap tersangka, korban dan, saksi yang kami periksa," jelas Rio.
 
Sebelumnya, Dokter Qory membuat geger publik karena dilaporkan hilang. Dia pergi dari rumahnya di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat dalam keadaan hamil 6 bulan dan tanpa membawa apapun.
 
Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, kasus ini bermula dari suami dokter Qory, Willy Sulistio melaporkan istrinya ke Polsek Cibinong karena sudah hilang 3 hari. Penyidik pun melakukan penyelidikan lanjutan.
 
"Tim berherak mencari informasi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, saksi di lapangan. Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan berada di Dinas P2TP2A yang meminta perlindungan. Akhirnya kami berkoordinasi dengan beliau agar bisa menghadirkan ke Polres Bogor," kata Rio kepada wartawan, Sabtu (18/11).
 
 
Penyidik juga sempat melakukan pengecekan akun media sosial Qory. Sebab, akun tersebut digunakan oleh suaminya untuk memviralkan bahwa Qory hilang.
 
Dari penyelidikan ini, penyidik justru menemukan adanya kasus lain. Yakni dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Qory oleh suaminya. Peristiwa ini yang membuat Qory kabur dari rumah.
 
Hasil pencarian Qory kemudian membuahkan hasil. Penyidik menemukan Qory meminta perlindungan kepada Dinas P2TP2A. Penyidik selanjutnya meminta kepada dinas untuk menghadirkan Qory ke Polres Bogor.
 
Di Polres, Qory menceritakan semua peristiwa yang terjadi. Menurut dia, KDRT terjadi saat dia hendak memberikan kejutan ulang tahun kepada suaminya sekitar Pukul 00.00 WIB. Kala itu, Willy dan Qory serta 3 anaknya sedang menonton televisi. Qory lalu bergegas mengambil kue ulang tahun, namun sang suami tersinggung hingga terjadi KDRT berupa pengancaman dengan pisau.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore