
Kebun Raya Bogor. (Istimewa)
JawaPos.com - Kota hujan itulah sebutan dari Bogor, Jawa Barat. Terletak didaerah pegunungan dan memiliki hawa yang sejuk memang menjadikan Kota Bogor cocok akan ditanami beberapa tumbuhan konservasi maupun perdagangan. Atas dasar itulah Sir Thomas Stamford Raffles dari Inggris mendirikan Kebun Raya Bogor pada masa Hindia Belanda.
Tempat yang terkenal akan cikal bakal penelitian ilmu hayati di Indonesia ini menjadi salah satu bukti, Belanda memanfaatkan sumber daya alam yang bagus di wilayah Bogor, Jawa Barat. Sebelum diresmikan oleh Raffles, Kebun Raya Bogor sudah ditemukan potensinya oleh Gubernur Jendera G.A.G Ph van der Capellen, ia memberi nama Kebun Raya itu dengan nama Tanah Buitenzorg (Bogor).
Dibantu oleh rekannya dari Jerman, Reinwardt ia melihat potensi besar dari pendirian observasi tanaman yang ada di wilayah Bogor ini. Tujuan utama dari pendirian ini awalnya untuk memelihara tumbuhan, pepohonan dan benih-benih kayu yang langka di kawasan Hindia Belanda.
Dikutip dari laman resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kebun Raya Bogor semakin bagus sistem pengelolanya pada masa Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang ketika itu mendiami Istana Bogor. Perubahan pertama yang ia lakukan adalah menyulap taman bergaya Inggris di Bogor dengan bantuan temannya ahli botani W. Kent.
Bahkan ketika istrinya Lady Raffles meninggal pada 1814, Raffles mendirikan sebuah monumen untuk mengenang jasa sang istri ketika menemaninya bertugas di Bogor. Semakin indah dan tertata rapinya Kebun Raya Bogor menjadikan Ahli Botani Jerman, Reinhwardt mengusulkan untuk pendirian observasi penelitian di lokasi Kebun Raya untuk jenis tanaman dan benih yang dikumpulkan di seluruh Nusantara.
Usulan tersebut disetujui Raffles mengingat cuaca dan geografis Bogor yang begitu mendukung dalam observasi penelitian tanaman langka ini. Tumbuhan seperti kelapa sawit, vanila, kayu manis, cokelat, teh dan kopi tercatat pernah menjadi objek penelitian di Kebun Raya Bogor sebesar 47 hektare.
Dengan berdirinya kebun observasi penelitian botani tersebut, Bogor berubah menjadi pusat pengembangan pertanian dan hortikultura di Indonesia. Kini Kebun Raya gagasan ide dari Raffles tersebut dijadikan tempat wisata alam untuk masyarakat umum agar dapat dijadikan pariwisata sekaligus menambah wawasan terkait tanaman yang ada di dalam Kebun Raya Bogor.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
