
Jalan Haji Gudig, RT 03 RW 06, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, yang hendak ditutup PT Anwa pada Agustus mendatang (Royyan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua RT 03 RW 06 Meruya Selatan Samid, membenarkan bahwa penutupan Jalan Haji Gudig hanya miskomunikasi. Alih-alih ditutup, kini jalan akses curam itu justru malah akan diperbaiki agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Samid mengatakan, masalah rencana penutupan Jalan Haji Gudig oleh PT Anwa Residence itu telah diselesaikan secara kekeluargaan didampingi tiga pilar dari pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah setempat.
"Jadi udah clear urusan PT dengan warga, 3 pilar hadir semua, termasuk dari kapolsek. Alhamdulillah sekarang urusan udah clear jadi hanya miskomunikasi aja," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (23/7).
Saat ini, ia mengatakan bahwa dari pihak PT Anwa Residence akan memperbaiki Jalan Haji Gudig agar tidak memiliki turunan yang terlalu curam.
"Jalanan turunan itu nanti dikasih tanggul sehingga saat dilalui motor atau mobil gak terlalu curam, itu disampaikan pihak pengembang seperti itu," urainya.
Samid mengungkapkan bahwa rencananya, perbaikan jalan itu akan mulai dilakukan pada Agustus mendatang. Adapun semua spanduk penolakan sudah mulai diturunkan.
"Alhamdulillah spanduk turun karena 3 pilar sudah turun dibantu masyarakat setempat untuk turunkan spanduk itu," pungkasnya.
Sebelumnya, warga RT 03 RW 06 Meruya Selatan melakukan aksi penolakan penutupan jalan dengan menempel spanduk-spanduk di Jalan Haji Gudig, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.
Rencana penutupan Jalan Haji Gudig itu tetiba direncanakan PT Anwa sebagai salah satu developer yang tengah membangun perumahan di kawasan tersebut. Padahal, jalan tersebut bukan milik perusahaan itu.
"Alasannya menganggu buat dia, karena aksesnya kurag bagus mungkin banyak mobil lewat situ turunan," kata Ketua RT 03 Samid saat ditemui JawaPos.com di rumahnya, Kamis (20/7).
Memang, ia mengakui bahwa jalan keluar Jalan Haji Gudig itu mempunyai turunan yang cukup curam. Namun begitu, penutupan akses jalan itu tetap ditolak warga lantaran akan membuat susah warga yang melintas.
Rencana penutupan jalan itu sendiri disampaikan perwakilan dari PT Anwa langsung kepada Samid. Mereka mengatakan hendak menutup jalan tersebut Agustus mendatang.
"Saya sebagai RT musyawarah dengan warga saya, akhirnya keputusan warga menolak Jalan Haji Gudig itu ditutup," ucapnya.
"Lalu warga kami aksi pasang spanduk di turunan atau tanjakan Haji Gudig itu," imbuh Samid.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
