Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 April 2023 | 23.08 WIB

Wali Kota Bogor Sebut Peresmian GKI Pengadilan Bukan Hasil Akhir

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan GKI Yasmin yang bernama resmi GKI Pengadilan Pos Bogor Barat pada Minggu (9/4). - Image

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meresmikan GKI Yasmin yang bernama resmi GKI Pengadilan Pos Bogor Barat pada Minggu (9/4).

JawaPos.com–Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, peresmian Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan Pos Bogor Barat bukan hasil akhir dari konflik panjang belasan tahun. Sebab, masih ada tugas merawat kebersamaan dalam keberagaman ke depannya.

”Hari ini (9/4), kami mensyukuri atas ujung dari perjalanan panjang, sehingga hari ini resmi gereja yang dinantikan teman-teman jemaat GKI Pengadilan, bisa resmi dan langsung diresmikan oleh dua tokoh kita. Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Menko Polhukam Mahfud MD dan Pak Mendagri Tito Karnavian,” Kata Bima Arya seperti dilansir dari Antara di Bogor, Minggu (9/4).

GKI Pengadilan yang dikenal sebagai GKI Yasmin diresmikan setelah 15 tahun berkonflik dengan warga sekitar.  Berlokasi di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, rumah ibadah itu mampu menampung 300 jemaat.

Isu konflik itu sempat menjadi sorotan nasional bahkan internasional. Sehingga, pemerintah pusat turut mendorong penyelesaian konflik tersebut. Lokasi gereja yang saat ini diresmikan merupakan tanah aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan luas sekitar 1.600 meter persegi.

Dalam proses perizinan, pihak gereja dibantu Pemkot Bogor melobi pemerintah pusat agar konflik mencair. Pemkot Bogor juga menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama, pemerintah wilayah setempat, serta tokoh agama di sekitar lokasi.

”Bagi Pemkot Bogor ini bukan hasil akhir, ini tentu suatu proses panjang bagaimana kita harus merawat kebersamaan dalam keberagaman ini,” ungkap Bima Arya.

Bima berpesan kepada pihak gereja yang kini berhasil mendapatkan tempat ibadah yang kokoh dan bagus untuk membaur dengan masyarakat demi membangun kebersamaan.

”Kami mencatat arahan yang disampaikan Pak Tito dan Pak Mahfud bahwa gereja harus terbuka, tidak boleh eksklusif, membaur bersama warga, dan Insya Allah ini akan menjadi sumber hikmah pembelajaran untuk menguatkan kebersamaan dalam keberagaman ke depan,” ucap Bima.

Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin di Kota Bogor, diresmikan pada perayaan Paskah, Minggu (9/4). Juru Bicara Tim 7 GKI Arif Zuwana menyatakan, peresmian gereja itu menandai selesainya masalah pemenuhan kebutuhan rumah ibadah di Bogor Barat.

”Kami sudah difasilitasi pemerintah untuk beribadah di Bogor Barat, dan ini sudah terwujud. Berarti bisa dikatakan case closed (kasus selesai). Kami akan menyampaikan secara institusi GKI secara nasional, di kami namanya Sinode, ini akan mengumumkan kepada semua bahwa ini sudah selesai,” terang Arif Zuwana.

Menurut dia, pejabat Pemerintah Kota Bogor, ulama Bogor Barat, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama, Majelis Ulama Indonesia, organisasi Islam, dan lembaga swadaya masyarakat, diundang menghadiri peresmian gereja.

Sementara itu, jemaat sudah mulai melaksanakan ibadah di lantai dua GKI Yasmin pada Minggu (9/4) pagi, sebelum tempat ibadah itu diresmikan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore