
Exif_JPEG_420
JawaPos.com - Pedagang hanya disebut pedagang jika piawai melihat kesempatan. Barangkali itulah yang dilakukan Santi, 51. Sejak awal bulan ini, ia mengganti barang dagangannya dari yang semula jual minum-minuman, kini jual pernak-pernik Imlek di Glodok Chinatown, Jakarta Barat.
Sejak awal tahun baru, lapak Santi sudah berganti peran menjadi lapak yang penuh dengan nuansa warna merah darah khas perayaan Imlek. Ia mengaku, jualan pernak-pernik hanya dilakukannya tiap jelang Imlek, tapi dilakukan per tahun.
"Tiap Imlek doang dagangnya. Setahun sekali. Kalau biasanya dagang minum-minuman di sini juga," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (20/).
Hingga tahun 2023 ini, ia mengatakan bahwa sudah berjualan pernak-pernik perayaan Imlek sebanyak 12 kali. Dengan kata lain, sudah sejak tahun 2011 ia mulai berjualan pernak-pernik Imlek secara periodik. "Dari Tahun Kelinci ini ketemu lagi tahun Kelinci," ucapnya.
Oleh sebab tahun Imlek ini disebut dengan Tahun Kelinci, terlihat banyak stiker tempelan berbentuk kelinci yang dijual di lapak Santi. Stiker-stiker itu pulalah yang paling laris dibeli.
"Tahun ini ya tempelan yang paling rame. Gerus lampion, sama gantungan. Rame banget tahun ini mah. angpao juga," urainya dengan semangat.
Ia mengaku dibanding dengan berjualan minuman, menjual pernak-pernik Imlek jauh lebih menguntungkan. "Sayangnya cuma setahun sekali," katanya diiringi tawa.
Sebelumnya, Glodok Chinatown di Jalan Pancoran, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat terlihat ramai jelang perayaan tahun baru Imlek 2023. Sepanjang trotoar di Jalan Pancoran hingga ke gang-gang penuh dengan pedagang pernak-pernik, pakaian Tionghoa, hingga camilan-camilan khas Tionghoa juga berjejer tanpa sekat.
Padat dan ramainya daerah itu membuat jalanan juga cukup padat dan agak macet. Suara klakson terdengar bersahutan. Para pedagang dan pembeli beberapa tedengar menggunakan bahasa Tionghoa. Tawar menawar menggunakan satuan harga dengan bahasa Mandarin dialek Hokkien semacam gocap untuk Rp 50 ribu, ceban untuk Rp 10 ribu, dan yang lainnya tak jarang terdengar.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
