
ILUSTRASI: Modus pecah kaca mobil.
JawaPos.com- Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono mengatakan pihaknya masih akan meminta keterangan korban pencurian cek miliaran rupiah bermodus pecah kaca mobil, di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan.
"Korban sudah buat laporan, tapi karena kelelahan, untuk buat BAP (berita acara pemeriksaan) ditunda," kata Budi di Jakarta, Kamis (23/7), seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan akan meminta keterangan kedua korban guna memastikan kerugian cek yang telah dicuri tersebut.
"Akan kita pastikan dulu, tapi berdasarkan keterangan sementara korban, cek sudah diblokir ke bank, tapi nanti akan dicek kembali setelah di BAP," kata Budi.
Sebelumnya, dilaporkan adanya kasus pencurian cek bernilai Rp41,2 miliar dan uang tunai ratusan juta dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, milik KH Habib Afifudin (52) dan Zein Januar (60).
Keduanya, adalah rekan kerja di sebuah perusahaan di kawasan Jakarta.
"Jadi yang hilang itu tas punya saya dan juga milik Habib Afifudin," kata Zein Januar saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Zein menyebutkan, pencuri membawa kabur tas merk Gucci warna hitam miliknya. Di dalam tas tersimpan barang-barang berharga berupa cek senilai Rp41,2 miliar.
Lalu, cek senilai Rp736 juta, stempel perusahaan, surat kuasa atas nama perusahaannya, buku tabungan, kartu ATM, serta surat-surat penting lainnya.
"Biasanya saya tidak pernah bawa-bawa stempel dan surat kuasa saya, tapi kali ini saya bawa," ujar Zein.
Sedangkan tas milik Habib Afifudin berisi uang tunai senilai Rp550 juta serta sejumlah cek yang tak disebutkan nominalnya.
Menurut Zein, cek senilai Rp41,2 miliar digunakan untuk pembayaran sarden dan minyak, sedangkan cek senilai Rp736 juta untuk pembayaran gula.
"Semuanya uang pembayaran itu untuk keperluan bansos (bantuan sosial)," kata Zein.
Sedangkan cek dan uang Rp550 juta yang dimiliki oleh Habib Afifudin adalah untuk biaya pembangunan pondok pesantren di wilayah Banten.
"Kalau Habib Afifudin itu pimpinan Pondok Pesantren Banten," kata Zein.
Zein mengatakan tas miliknya disimpan di kursi depan samping supir, sedangkan tas milik Habib Afifudin berada di kursi belakang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
