Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Februari 2022 | 15.22 WIB

Penipuan Minyak Goreng Murah, Beli Rp 230 Ribu Dijual Rp 150 Ribu

Pekerja menuang minyak curah di salah satu agen sembako di kawasan pasar Pondok Labu, Jakarta, Rabu (26/1/2022). Setelah pemerintah membelakukan  kebijakan satu harga, yakni minyak goreng berbanderol Rp 14 ribu per liter, ternyata penyesuaian harga terseb - Image

Pekerja menuang minyak curah di salah satu agen sembako di kawasan pasar Pondok Labu, Jakarta, Rabu (26/1/2022). Setelah pemerintah membelakukan kebijakan satu harga, yakni minyak goreng berbanderol Rp 14 ribu per liter, ternyata penyesuaian harga terseb

JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Utara masih mendalami kasus dugaan penipuan berkedok paket minyak goreng murah dengan tersangka DA, 39. Pelaku diduga melakukan aksi ini untuk menutupi utang-utang yang dimilikinya.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Wibowo mengatakan, tersangka membeli sembako termasuk minyak goreng dengan harga tinggi. Selanjutnya dijual kembali dengan harga murah. Sehingga terjadi minus nilai antara modal dan penjualan.

"Dia beli dengan harga bisa sampe Rp 200 sampai Rp 230 ribu, jualnya per karton 150 ribu. Nah di mana untungnya? Akhirnya gali lubang tutup lubang," kata Wibowo saat dihubungi, Rabu (23/2).

Karena harganya murah, banyak warga membeli minyak goreng dari DA. Namun, barang yang dibeli pun tak kunjung dikirimkan.

Sejauh ini sudah 8 ibu-ibu yang menjadi korban penipuan DA. Hanya saja baru dua orang yang dinyatakan menjadi korban sesungguhnya karena bisa melampirkan bukti penipuan tersebut.

"Ibu Endang dan ibu Anastasya total kerugian Rp 530 juta dari dua orang itu ya, nah yang lainnya kita jemput bola untuk bantu korban-korban lain mengirimkan bukti gitu," jelas Wibowo.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur menemukan adanya kasus penipuan paket minyak goreng murah yang menyasar ibu-ibu di Koja. Kejahatan ini didalangi oleh seorang ibu rumah tangga inisial DA, 28.

"Pelaku inisial DA sudah kita tahan dan sudah kita jadikan tersangka," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Wibowo saat dihubungi, Senin (21/2).

Tercatat 8 ibu-ibu menjadi korban penipuan DA. Namun, sejauh ini baru dua korban yang menyantumkan bukti adanya penipuan yang dilakukan oleh pelaku.

Bukti tersebut berupa riwayat transfer uang kepada DA dari dua korban bernama Endang Nuryati, 39, dan Anastasya, 32. Total uang yang dikirimkan mencapai ratusan juta.

"Korban yang sudah ada buktinya saat ini baru dua orang dengan total kerugian kurang lebih Rp 530 juta. Tapi masih ada dugaan korban-korban lainnya belum tunjukkan bukti-buktinya. Kita juga jemput bola untuk meminta bukti-bukti dari korban lainnya," jelas Wibowo.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore