
Exif_JPEG_420
JawaPos.com – Atin, 38, terlihat begitu sigap berjalan ke sana dan ke mari meski bagian kanan tubuhnya mesti ditopang penyangga. Perempuan murah senyum itu adalah seorang tunadaksa yang berjualan kue di gerai Difabis Coffee & Tea, Terowongan Kendal, Jakarta Pusat.
Gerai ini diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam beberapa kunjungannya ke kawasan Sudirman, Anies juga seringkali mengajak tamunya ke gerai kopi disabilitas ini.
“Pak Anies jajannya tuh di kopi. Dari dulu kopi. Sampe empat kali. Kalo ada tamu kenegaraan pasti ke sini,” jelasnya (21/7).
Terbaru, Anies mengajak Wakil Presiden Bank Uni Eropa Kris Peeters dan Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket untuk ngopi di Gerai Difabis Coffee & Tea.
“Kita juga nggak tahu apa spesialnya kopi kita kok sering bawa tamu ke sini,” kata Atin malu-malu.
Ada dua gerai yang didirikan di Terowongan Kendal tersebut. Atin menjaga stand yang menjual berbagai macam kue, sedangkan gerai satunya lagi menjual kopi. Peramu kopinya adalah penyandang disabilitas tunarungu. Jadi, saat akan memesan, pembeli hanya perlu menunjuk pesanannya dari menu yang sudah tersedia.
Selain itu, pembeli juga dapat mencoba menggunakan bahasa isyarat untuk memesan. Cara menggunakan bahasa isyarat ditunjukkan melalui stand banner yang berdiri di samping kanan kedai kopi.
Atin mengaku sudah satu tahun lebih berjualan di kawasan Terowongan Kendal. Ia dan temannya yang tunarungu diberi modal oleh Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta untuk berjualan. Menurutnya, sistem pemberian modal usaha oleh Bazis kepada para penyandang disabilitas sudah tepat dan perlu diapresiasi.
“Jadi sistemnya kalo kita dikasih modal uang itu kan malah bisa habis,” tuturnya.
Hingga kini, Atin mengaku pendapatan jualan kuenya sudah lumayan besar. Ada banyak karyawan kantor yang membeli kue di tempatnya dan kopi di kedai temannya. Namun, ia mengaku keramaian anak-anak SCBD yang sering nongkrong di kawasan Dukuh Atas tak berdampak terlalu besar pada penghasilannya. “Anak SCBD jarang, paling satu dua. Mereka lebih sering beli makanan dari luar,” sesalnya.
Keunikan gerai Difabis Coffee & Tea tidak hanya terletak pada penjualnya yang memberdayakan kaum difabel. Atin dan temannya juga menyediakan ruang untuk orang berbagi di kedainya. Caranya adalah dengan orang membeli dua kue. Satu kue diambil pembeli, sedangkan satu kue lainnya untuk dibagi.
Untuk memastikan kue itu benar-benar dibagikan, pembeli akan mendapat magnet berbentuk kue yang harus ditempelkan di papan yang sudah disediakan. Kemudian magnet itu akan diambil oleh siapapun yang membutuhkan dan ditukar dengan kue betulan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
