
Ilustrasi: ojek online. (Dok. .JawaPos.com)
JawaPos.com - Pengguna jasa ojek online (ojol) kerap mendapat pelayanan buruk dari driver yang curang. Bisa saja pesanan konsumen diterima tapi tidak dijemput. Malahan pesanan itu diselesaikan. Perilaku ini digolongkan pesanan atau orderan fiktif.
Ternyata tindak tanduk sopir ojol nakal ini menjadi target dari aparat kepolisian. Buktinya Polres Tangeran Selatan (Tangsel) baru-baru ini meringkus tiga oknum driver ojol nakal. Mereka berinisial A, Se, dan DK.
Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan menuturkan, pihaknya baru saja meringkus tiga oknum mitra pengemudi ojol di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (20/7). Penangkapannya siang setelah salat jumat.
”Gojek jumlah anggotanya banyak. Artinya dengan anggota sebanyak itu ada oknum yang memanfaatkan celah-celah,” ungkap Ferdy di Mapolres Tangsel, Senin (22/7).
Dia menyebut penangkapan terhadap driver ojol nakal tersebut bermula dari informasi dari Gojek. Ketika itu perusahaan aplikasi itu melaporkan ada mitranya yang diduga melakukan pesanan fiktif. Lantas dilakukan pendalaman dan akhirnya menemukan para terduga pelaku di beberapa lokasi wilayah Tangsel. ”Untuk motif dari pelaku masih kami dalami,” imbuhnya.
Atas perbuatannya, terduga driver ojol order fiktif (ofik) itu disangkakan melanggar pasal 35 junto 51 UU ITE junto pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara.
Terpisah, Senior Manager Corporate Affairs Gojek Alvita Chen mengaku sangat berterima kasih upaya dari aparat Polres Tangsel. ”Lewat kolaborasi Polres Tangsel dan Gojek, oknum pelaku order fiktif di wilayah Tangsel dapat terungkap. Ini merupakan langkah korektif dari Gojek," ujarnya.
”Kami tidak menoleransi berbagai tindak kecurangan karena kerugian utama dialami oleh mitra driver yang selama ini telah mencari nafkah bersama Gojek dengan jujur,” tegas perempuan akrab disapa Vita itu.
Kedepannya Gojek akan terus berkolaborasi dengan pihak berwajib untuk mengungkap kasus serupa. ”Kami juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku penyalahgunaan seperti ini. Perbuatan itu dapat ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” dia mengingatkan.
Malin Sampono, 34, salah seorang pengguna ojol mengaku pernah mendapat driver ojol nakal. Ketika itu dia memesan makanan dengan aplikasi ojol. Pesanan itu menggunakan debit saldo di aplikasi. "Pesanan saya tidak sampai, tapi saldo saya berkurang. Saya langsung lapor aja lewat customer service ojol itu," akunya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
