
universitas mercubuana istimewa
JawaPos.com - Pihak Universitas Mercu Buana (UMB), Kembangan Jakarta Barat, membantah acara ‘Tea Time YMB-UMB dibubarkan aparat kepolisian. Mereka mengklaim acara resmi dibatalkan sebelum acara.
Sekretaris Pengurus Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti lewat keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (21/6), mengatakan acara tersebut tidak pernah dibubarkan aparat kepolisian. Karena acara tersebut secara resmi dibatalkan pada pukul 12.00 WIB.
"Acara tersebut tidak pernah digelar, untuk kemudian dibubarkan polisi. Acara tersebut resmi dibatalkan sebelum waktu yang direncanakan," tulis keterangan tertulis itu.
Baca juga: Polisi Bubarkan Acara di Universitas Mercubuana
Menurutnya, acara tea time tidak dilakukan untuk mahasiswa. Sebelumnya itu, pihak Mercubuana pun sudah melakukan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Seluruh karyawan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebanyak dua kali, menggunakan masker, dan menggundang petugas dari Dinas Kesehatan Jakarta Barat," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi membubarkan acara di Universitas Mercubuana, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (18/6) kemarin. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 yang kini tengah meninggi di Jakarta.
Berdasarkan informasi, acara ‘Tea Time YMB-UMB’ itu rencana akan berlangsung pada Jumat sore, dan dihadiri 200 orang. Kapolsek Kembangan, Kompol Khoiri membenarkan hal itu. Ia mengatakan pembubaran dilakukan demi mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Dibubarkan oleh Kanit Intel. Saya engga mau ada yang terpapar,” kata Khoiri dikonfirmasi, Sabtu (19/6).
Khoiri menegaskan pihaknya berkomitmen menekan penyebaran Covid-19 di wilayah. Acara kerumunan yang berpotensi menyebarkan akan langsung ditindak. Terlebih dalam kasus itu, Khoiri menegaskan acara di meruya berpotensi mengundang 200 orang. “Jadi bisa dipastikan saya akan membubarkannya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Meruya Selatan, Elvita Rahmadani menegaskan bila pihak UMB tak memberikan informasi acara itu kepada kelurahan. Sehingga pas dicek, pihaknya mendapati potensi kerumunan dan langsung berkomunikasi dengan kepolisian melakukan pembubaran. “Kelurhan berharap semua pihak mencegah Covid-19,” katanya
Sedangkan, Rafi, 21, salah satu mahasiswa mengatakan acara itu batal karena pihak kepolisian sudah datang sejak pagi. “Engga jadi, karena sejak pagi polisi sudah membubarkannya,” tegas Rafi.
Diketahui penderita Covid-19 di Indonesia, khususnya Jakarta alami peningkatan beberapa waktu lalu. Kenaikan penderita Covid-19 dari 15 Mei-17 Juni 2021 telah mencapai 500 persen. Hal ini terlihat dari masyarakat yang terpapar sebanyak 2.385 kasus di 15 Mei menjadi 12.624 kasus di 17 Juni. Kondisi itu lantas diperburuk dengan kondisi tempat tidur di Rumah Sakit yang kini menyisahkan 16 persen sejak 17 Juni 2021 lalu.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
