
Photo
JawaPos.com - Sebagai generasi, mahasiswa harus siap mengikuti perkembangan zaman dan mampu bersaing di era industri 4.0. Tidak hanya mahasiswa, semua elemen masyarakat juga harus menyadari konsekuensi logis atau dampak dari perubahan-perubahan yang ditimbulkan. Peningkatan SDM harus terus dilakukan untuk menyiapkan generasi milenial yang kompetitif dan produktif.
Hal ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Mercubuana. Untuk meningkatkan pengetahuan dan siap bersaing di era industri 4.0, mahasiswa melaksanakan program kunjungan lapangan di salah satu pengembang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keakraban antar mahasiswa dan melatih kerjasama tim. Program tersebut juga menjadi wahana untuk menyampaikan berbagai informasi akademik yang penting.
"Program ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan semangat dalam menjawab tantangan pada industri konstruksi yang sangat dinamis saat ini. Dengan membangun kebersamaan, tantangan tersebut menjadi lebih mudah diatasi," terang Kaprodi MTS UMB, Dr.Ir. Budi Susetyo, Minggu (9/2).
Budi mengatakan, dengan bekal kesadaran baru diharapkan mahasiswa Magister Teknik Sipil dapat memanfaatkan berbagai sumberdaya untuk meningkatkan kualitas diri. Dalam hal ini mahasiswa harus belajar tentang hal baru dengan cara-cara dan sudut pandang yang baru. Sebab, apabila seseorang memiliki pola pikir konstruktif dan adaptif akan lebih responsif dalam memanfaatkan peluang yang ada. "Untuk program ini diikuti oleh 95 mahasiswa," kata Budi.
Photo
Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Mercubuana melakukan kunjungan industri ke proyek konstruksi Apartment The Smith Alam Sutera, Tangerang Selatan. (yogi Wahyu/ Jawa Pos)
Ia menambahkan, kegiatan yang dilakukan meliputi kunjungan industri ke proyek konstruksi Apartment The Smith Alam Sutera Tangerang Selatan dengan tujuan untuk menambah wawasan mengenai manajemen konstruksi. Kemudian di Taman Budaya Sentul. "Jadi selain belajar, kita juga adakan outbond, kegiatannya Rolling games seperti Emphaty Ball, Magic Hula dan lainnya," tuturnya.
Budi berharap, mahasiswa baik yang sudah lulus serta tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi tantangan besar yang terjadi di era industri 4.0 ini. Perubahan pola baru ini membawa dampak terciptanya jabatan dan keterampilan kerja baru dan hilangnya beberapa jabatan lama.
"Tantangan itu harus dihadapi sesuai pola kerja baru yang tercipta dalam revolusi 4.0. Satu faktor yang penting adalah keterampilan dan kompetensi yang harus tetap secara konsisten ditingkatkan. Salah satu program seperti ini, itu sangat bagus," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
