
Suasana TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/8/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengelola sampah di dalam kota. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi TPST Bantargebang, Bekasi, yang
JawaPos.com - Wacana Pemerintah Kota Bekasi ingin bergabung dengan Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, mendapat respon beragam dari lapisan masyarakat di Kota Bekasi. Sebagian besar warga setuju jika Kota Bekasi menjadi bagian dari Ibu Kota Jakarta.
Sejarawan Bekasi, Ali Anwar misalnya. Menurutnya, jika terealisasi bukan bergabung, melainkan kembali. Pasalnya Bekasi dan Jakarta merupakan satu kesatuan sebelum Bekasi dimasukkan ke dalam provinsi Jawa Barat pada tahun 1950 oleh pemerintah pusat.
”Jakarta dengan Bekasi dalam ikatan sejarah dan budaya memiliki satu kesatuan yang kuat, di mana ketika berada pada zaman kerajaan Tarumanegara, Bekasi dan Sunda Kelapa termasuk di dalamnya.” kata Ali seperti dikutip Pojok Bekasi (Jawa Pos Group), Selasa (20/8).
Berlanjut pada zaman penjajahan Belanda, lanjutnya, Bekasi termasuk dalam wilayah Meester Cornelis atau Keresidenan Batavia, hingga berganti pemerintahan pada zaman pendudukan Jepang. Pada zaman itu, Bekasi termasuk ke dalam wilayah Jakarta Shu, namanya kalau itu Kabupaten Jatinegara atau Jatinegara Ken.
”Kalau DKI Jakarta dengan Bekasi sebenarnya satu kesatuan historis, satu kesatuan kultur, satu kesatuan wilayah,” katanya.
Pada tahun 1950, ketika itu bentuk Negara diubah menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), Bekasi menolak untuk bergabung dengan distrik federal Jakarta maupun Negara Pasundan. Bekasi secara tegas melalui masyarakat dan tokohnya kala itu bersikukuh untuk tetap tergabung dalam Republik Indonesia yang kala itu pusat pemerintahannya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hingga pada akhirnya setelah melalui perjuangan, Bekasi ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat. ”Nah jadi memang erat sekali, nah sejak tahun 50-an lah Bekasi, Bekasi dimasukkan oleh pemerintah pusat ke dalam wilayah Jawa Barat. Sebetulnya keinginan tokoh Bekasi bukan gabung ke wilayah Jawa Barat, tokoh Bekasi itu inginnya keluar dari Distrik Federal Jakarta, dan negara Pasundan,” pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
