Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2019 | 23.35 WIB

Menelisik Sejarah Kedekatan Bekasi dan Jakarta

Suasana TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/8/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengelola sampah di dalam kota. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi TPST Bantargebang, Bekasi, yang - Image

Suasana TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/8/2019). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengelola sampah di dalam kota. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi TPST Bantargebang, Bekasi, yang

JawaPos.com - Wacana Pemerintah Kota Bekasi ingin bergabung dengan Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, mendapat respon beragam dari lapisan masyarakat di Kota Bekasi. Sebagian besar warga setuju jika Kota Bekasi menjadi bagian dari Ibu Kota Jakarta.

Sejarawan Bekasi, Ali Anwar misalnya. Menurutnya, jika terealisasi bukan bergabung, melainkan kembali. Pasalnya Bekasi dan Jakarta merupakan satu kesatuan sebelum Bekasi dimasukkan ke dalam provinsi Jawa Barat pada tahun 1950 oleh pemerintah pusat.

”Jakarta dengan Bekasi dalam ikatan sejarah dan budaya memiliki satu kesatuan yang kuat, di mana ketika berada pada zaman kerajaan Tarumanegara, Bekasi dan Sunda Kelapa termasuk di dalamnya.” kata Ali seperti dikutip Pojok Bekasi (Jawa Pos Group), Selasa (20/8).

Berlanjut pada zaman penjajahan Belanda, lanjutnya, Bekasi termasuk dalam wilayah Meester Cornelis atau Keresidenan Batavia, hingga berganti pemerintahan pada zaman pendudukan Jepang. Pada zaman itu, Bekasi termasuk ke dalam wilayah Jakarta Shu, namanya kalau itu Kabupaten Jatinegara atau Jatinegara Ken.

”Kalau DKI Jakarta dengan Bekasi sebenarnya satu kesatuan historis, satu kesatuan kultur, satu kesatuan wilayah,” katanya.

Pada tahun 1950, ketika itu bentuk Negara diubah menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), Bekasi menolak untuk bergabung dengan distrik federal Jakarta maupun Negara Pasundan. Bekasi secara tegas melalui masyarakat dan tokohnya kala itu bersikukuh untuk tetap tergabung dalam Republik Indonesia yang kala itu pusat pemerintahannya berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hingga pada akhirnya setelah melalui perjuangan, Bekasi ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi bagian dari wilayah Provinsi Jawa Barat. ”Nah jadi memang erat sekali, nah sejak tahun 50-an lah Bekasi, Bekasi dimasukkan oleh pemerintah pusat ke dalam wilayah Jawa Barat. Sebetulnya keinginan tokoh Bekasi bukan gabung ke wilayah Jawa Barat, tokoh Bekasi itu inginnya keluar dari Distrik Federal Jakarta, dan negara Pasundan,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore