Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Oktober 2020 | 03.27 WIB

Cerita Rahmat Agustiar Bisa Sembuh dari Covid-19

Warga melintas dengan latar belakang mural anjuran menggunakan masker di kawasan Cilangkap, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Program gebrak masker diharapkan dapat memberi kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya memakai masker dan mengikuti anjuran protoko - Image

Warga melintas dengan latar belakang mural anjuran menggunakan masker di kawasan Cilangkap, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Program gebrak masker diharapkan dapat memberi kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya memakai masker dan mengikuti anjuran protoko

JawaPos.com - Rahmat Agustiar Salah seorang pengusaha membagikan kisahnya sembuh dari virus Korona atau dikenal Covid-19. Pemuda berusia 26 tahun itu mengaku terpapar virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok pada pekan lalu.

Bendahara Umum OK OCE Indonesia itu mengaku terkejut ketika dinyatakan positif Covid-19 oleh tim medis. Padahal, seluruh protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 telah diterapkannya, mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan maupun menjaga jarak.

Walau begitu, dirinya tidak menyesali keadaan. Rahmat justru mengkoreksi diri selama masa penyembuhan. "Banyak sekali yang membukakan mata saya kala menjadi penyintas penyakit ini," ungkapnya, Selasa (6/10).

Awal mula dirinya terpapar Covid-19 ketika merasakan ada hal berbeda pada suatu pagi. Dirinya merasa tidak enak badan dan merasakan sejumlah gejala mirip flu. Hidungnya mampet, begitu juga dengan lidahnya yang dirasakannya mati rasa ketika itu.

Khawatir dengan kondisi tubuhnya, Rahmat mengaku segera memeriksakan diri ke dokter dan menjalani swab test. Kekhawatirannya pun menjadi nyata. Dokter menyatakan dirinya positif terinfeksi covid-19.

Mengetahui hal tersebut, Rahmat mengaku segera menjalankannya perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sejumlah prosedur yang dijalaninya selama lebih dari dua pekan itu pun berbuah baik, Rahmat akhirnya dinyatakan sehat dan bebas Covid-19 oleh tim medis. "Saya pikir karena usia saya masih 26 tahun, (setelah) 15 hari perawatan saya sembuh dari Covid-19," tuturnya.

Tidak hanya usia muda dan perawatan intensif, menurutnya hal paling terpenting selama masa darurat kesehatan ini adalah menjalani protokol kesehatan. "Kalau ada gejala yang mencurigakan, sebaiknya kita langsung periksa ke rumah sakit," ungkap Rahmat.

Langkah tersebut katanya masih sulit dilakukan oleh masyarakat. Bukan hanya khawatir akan menjalani isolasi apabila dinyatakan positif Covid-19, tetapi juga biaya swab test yang terbilang mahal. Oleh karena itu, Rahmat mengusulkan agar pemerintah dapat rutin menggelar swab test massal, sehingga masyarakat dapat tetap mengetahui kondisi tubuhnya.

"Tapi yang terpenting dari semua itu adalah terus menjaga kesehatan tubuh dengan taat melaksanakan protokol kesehatan, sehingga kita dapat menghindari virus Korona," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore