
Warga melintas dengan latar belakang mural anjuran menggunakan masker di kawasan Cilangkap, Jakarta, Jumat (2/10/2020). Program gebrak masker diharapkan dapat memberi kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya memakai masker dan mengikuti anjuran protoko
JawaPos.com - Rahmat Agustiar Salah seorang pengusaha membagikan kisahnya sembuh dari virus Korona atau dikenal Covid-19. Pemuda berusia 26 tahun itu mengaku terpapar virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok pada pekan lalu.
Bendahara Umum OK OCE Indonesia itu mengaku terkejut ketika dinyatakan positif Covid-19 oleh tim medis. Padahal, seluruh protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 telah diterapkannya, mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan maupun menjaga jarak.
Walau begitu, dirinya tidak menyesali keadaan. Rahmat justru mengkoreksi diri selama masa penyembuhan. "Banyak sekali yang membukakan mata saya kala menjadi penyintas penyakit ini," ungkapnya, Selasa (6/10).
Awal mula dirinya terpapar Covid-19 ketika merasakan ada hal berbeda pada suatu pagi. Dirinya merasa tidak enak badan dan merasakan sejumlah gejala mirip flu. Hidungnya mampet, begitu juga dengan lidahnya yang dirasakannya mati rasa ketika itu.
Khawatir dengan kondisi tubuhnya, Rahmat mengaku segera memeriksakan diri ke dokter dan menjalani swab test. Kekhawatirannya pun menjadi nyata. Dokter menyatakan dirinya positif terinfeksi covid-19.
Mengetahui hal tersebut, Rahmat mengaku segera menjalankannya perawatan dan isolasi di rumah sakit. Sejumlah prosedur yang dijalaninya selama lebih dari dua pekan itu pun berbuah baik, Rahmat akhirnya dinyatakan sehat dan bebas Covid-19 oleh tim medis. "Saya pikir karena usia saya masih 26 tahun, (setelah) 15 hari perawatan saya sembuh dari Covid-19," tuturnya.
Tidak hanya usia muda dan perawatan intensif, menurutnya hal paling terpenting selama masa darurat kesehatan ini adalah menjalani protokol kesehatan. "Kalau ada gejala yang mencurigakan, sebaiknya kita langsung periksa ke rumah sakit," ungkap Rahmat.
Langkah tersebut katanya masih sulit dilakukan oleh masyarakat. Bukan hanya khawatir akan menjalani isolasi apabila dinyatakan positif Covid-19, tetapi juga biaya swab test yang terbilang mahal. Oleh karena itu, Rahmat mengusulkan agar pemerintah dapat rutin menggelar swab test massal, sehingga masyarakat dapat tetap mengetahui kondisi tubuhnya.
"Tapi yang terpenting dari semua itu adalah terus menjaga kesehatan tubuh dengan taat melaksanakan protokol kesehatan, sehingga kita dapat menghindari virus Korona," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
