
Antrian warga mengisi tabung oksigen di Depo Oxygen Medical di Kawasan Manggarai, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (29/6/2021). Permintaan Oxygen Medical meningkatkan seiring meningkatnya kasus positif Covid-19 di Ibukota Jakarta. Foto: Dery Ridwansah/
JawaPos.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah membentuk sebuah tim untuk mengatisipasi terjadinya penimbunan tabung oksigen.
Adapun tabung oksigen menjadi banyak dicari oleh masyarakat lantaran angka Covid-19 di tanah air yang belakangan mengalami kenaikan tajam. "Kami sudah bentuk tim untuk mengawasi mereka semuanya, jangan sampai terhambat atau coba-coba menimbun," ujar Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (2/7).
Yusri menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan bakal melakukan penindakan tegas kepada para pelaku yang mencari keuntungan terkait tabung oksigen ini.
"Ini sebagai satu ketegasan yang kita sampaikan bahwa tolong yang coba akan bermain kami akan proses kalau memang kita temukan. Kami akan lakukan tindakan yang tegas kepada mereka semua," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan saat ini sudah ada tanda-tanda kelangkaan obat dan alat Covid-19. Tingginya kebutuhan warga membuat beberapa jenis obat dan alat kesehatan juga berimbas pada naiknya harga di pasaran.
Salah satu obat yang paling banyak diburu konsumen adalah Ivermectin yang dia mendapat informasi kini harganya melambung tinggi di kisaran Rp 250.000 hingga Rp 298.000 untuk sepuluh tablet, atau kisaran Rp 25.000 hingga Rp 29.800 per tablet. Padahal semula harganya cukup murah yakni Rp 5.000–Rp 7.000 per tablet.
Sementara alat pendeteksi kadar oksigen, oximeter juga turut melonjak berkali lipat dibandingkan harga biasanya. Harga wajar oximeter hanya sekitar Rp 50.000-Rp 80.000, tapi saat ini sudah naik drastis sampai Rp 300.000. Begitu juga dengan oksigen medis yang mulai langka di beberapa daerah. "Pemerintah harus mengontrol ketat masalah ini. Intinya jangan sampai ada kelangkaan dan harga harus distabilkan," ujar Muhaimin.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan, apabila kondisi tersebut tidak diantisipasi dengan baik dapat memperburuk kondisi pengendalian Covid-19. Termasuk menambah beban masyarakat yang terserang Covid-19 karena perlu merogoh kocek lebih dalam. "Kasihan masyarakat kalau masih harus dibebani dengan harga obat yang tinggi," ungkapnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
