
Rangkaian LRT Jabodebek melintas di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/10). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif layanan LRT Jabodebek sejak pertama kali beroperasi pada Agustus 2023 hingga Januari 2026. Dalam periode tersebut, LRT Jabodebek telah melayani 57.149.924 penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pada Januari 2026, jumlah pelanggan LRT Jabodebek mencapai 2.714.594 orang, meningkat signifikan dibandingkan Januari 2025 yang tercatat 2.146.859 pelanggan. Angka tersebut tercatat jauh melampaui realisai penumpang pada Januari 2024 yang mencapai 1.200.399 pelanggan.
"Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk perjalanan kerja dan aktivitas ekonomi," kata Anne Purba dalam keterangannya, Senin (9/2).
Sementara itu, sepanjang 2024, LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 28.816.787 pelanggan pada 2025. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan berkembangnya kawasan hunian, pusat perkantoran, serta aktivitas jasa yang membutuhkan konektivitas transportasi publik yang andal, terjadwal, dan berkelanjutan.
Dari sisi sebaran pergerakan, sejumlah stasiun utama mencatat volume penumpang yang tinggi. Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul pergerakan tertinggi dengan 17.548.139 gate in dan gate out, didorong fungsinya sebagai pusat integrasi antarmoda sekaligus berada di jantung kawasan bisnis dan perkantoran.
"Stasiun Harjamukti mencatat 13.281.814 gate in dan gate out, mencerminkan perannya sebagai akses utama kawasan hunian yang berkembang pesat di wilayah timur," jelas Anne.
"Sementara itu, Stasiun Kuningan melayani 10.274.649 gate in dan gate out, didorong karakter kawasan sebagai pusat perkantoran, kedutaan, dan layanan jasa. Stasiun Cikoko mencatat 9.246.972 gate in dan gate out sebagai simpul integrasi antarlayanan kereta perkotaan, disusul Stasiun Pancoran dengan 7.347.741 gate in dan gate out," tambahnya.
Ia menyebut, kinerja LRT Jabodebek sejalan dengan dinamika mobilitas penduduk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan aktivitas perjalanan harian penduduk usia produktif di kawasan perkotaan, terutama untuk bekerja dan mengakses layanan ekonomi.
"Ke depan, LRT Jabodebek diproyeksikan semakin berperan dalam mendukung mobilitas perkotaan seiring berkembangnya pusat-pusat aktivitas baru dan penguatan integrasi antarmoda," tukasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
