
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike (tengah) menghadiri Talkshow Refleksi Akhir Tahun 2025 di Jakarta Barat, Senin (22/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta menyoroti besarnya subsidi transportasi yang dikucurkan untuk layanan transportasi antarwilayah TransJabodetabek.
Langkah ini menyusul kekhawatiran bahwa anggaran besar dari pajak warga Jakarta justru lebih banyak dinikmati oleh penduduk di luar wilayah ibu kota.
Diketahui, tarif Transjakarta yang dinikmati masyarakat saat ini adalah hasil subsidi besar-besaran. Jika tanpa subsidi, tarif asli atau harga keekonomian satu kali perjalanan mencapai sekitar Rp 13.000.
Namun, karena adanya subsidi dari Pemprov DKI, penumpang hanya perlu membayar Rp3.500. Artinya, ada selisih sebesar Rp 9.700 per penumpang yang ditanggung oleh kas daerah Jakarta.
Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap rute aglomerasi. Namun, ia mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta tidak abai dalam menghitung beban keuangan daerah.
"Jadi memang dengan kerjasama atau membuka jalur dari Jabodetabek dan aglomerasi yang di sekitar Jakarta ini memang antusiasmenya sangat baik," ujar Yuke dalam Talkshow Refleksi Akhir Tahun 2025 di Jakarta Barat, Senin (22/12).
Meski dampaknya positif bagi mobilitas, Yuke menekankan pentingnya keadilan bagi warga Jakarta yang membayar pajak.
"Tapi ini juga kita sudah sampaikan agar ini betul-betul jangan sampai nanti kita harus pikirkan betul subsidinya jangan terlalu berat. Jangan-jangan kita subsidi transportasi kita banyakan untuk warga yang di luar Jakarta," tambah dia.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta ini menilai, evaluasi mendalam terhadap skema pemberian subsidi sangat mendesak dilakukan.
Tujuannya agar anggaran daerah tetap tepat sasaran dan tidak merugikan kepentingan warga Jakarta.
"Nah ini yang harus kita telaah betul. Apakah itu sudah tepat dan adil untuk warga Jakarta? Karena kita mensubsidi kan juga dari pajaknya warga Jakarta," ujar Yuke.
Ia mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk memikirkan formula baru terkait tarif bagi warga non-Jakarta yang menggunakan fasilitas subsidi tersebut.
"Nah ini yang kita juga minta Pemprov betul-betul memikirkan terkait rute dan biaya untuk transportasinya. Apakah nanti misalnya kalau yang dari luar Jakarta itu seperti apa. Jadi betul-betul kita melindungi subsidi kita, pajak kita tuh lebih utama untuk warga Jakarta," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
