Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Desember 2025 | 12.47 WIB

Sudah 20 Tahun Mandek, Rencana Pembentukan Bogor Barat dan Bogor Timur Dapat Dukungan Bupati dan Wabup

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade. (Istimewa) - Image

Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi alias Jaro Ade. (Istimewa)

JawaPos.com - Meski moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) belum dicabut oleh Pemerintah Pusat. Namun, ikhtiar untuk memekarkan Kabupaten Bogor menjadi 3 daerah masih berjalan. Setelah mandek selama 20 tahun, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi sebagai bupati dan wakil bupati (wabup) Bogor memberikan dukungan. 

Sesuai dengan usulan yang disampaikan sejak 2004 silam, Kabupaten Bogor bisa dimekarkan dengan membentuk 2 daerah baru. Yakni Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur. Menurut Yusfitriadi selaku Founder Visi Nusantara Maju, usul pemekaran itu sudah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

Menurut pria yang akrab dipanggil Kang Yus itu, bila dilihat dari perspektif kajian ilmiah dan kelayakan, pemekaran sudah bisa dilakukan.  Menurut dia, hanya moratorium saja yang mengganjal pemekaran tersebut belum bisa dilakukan. Namun demikian, moratorium itu bukan berarti menutup kesempatan. Dia percaya langkah strategis tersebut masih bisa dilakukan. 

”Oleh karena itu, harus terus diikhtiarkan dengan kuat dan secara kolektif oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor agar pemekaran daerah di Kabupaten Bogor segera bisa terwujud,” jelasnya.

Menurut Kang Mus, dukungan yang diberikan oleh bupati dan wabup Bogor sangat penting. Karena itu, dia memberikan apresiasi atas dukungan tersebut. Apalagi dukungan itu sudah dideklarasikan melalui visi dan misi pasangan calon. Rudy dan Ade juga sudah menunjukkan komitmen dengan menjalankan berbagai program.

”Pasangan bupati dan wakil bupati, Rudy Susmanto dan  Ade Ruhandi, hanya dalam kurun waktu 10 bulan sejak menjabat sudah melakukan program-program konkrit dalam mendorong pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur,”  terang dia.

Contohnya menggelontorkan anggaran Rp 50 miliar pada 2025 untuk pembebasan lahan lingkar Rancabungur sampai Leuwiliang. Kemudian menganggarkan dana Rp 300 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Bogor Barat dan Bogor Timur pada 2026. Tidak hanya itu, penyiapan SDM juga dilakukan melalui program satu sarjana satu desa. 

”Sehingga harapannya tidak hanya terjadi pemekaran wilayah di Kabupaten Bogor, namun sudah menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk keberlangsungan kualitas daerah hasil pemekaran,” terang Kang Mus. 

Selain itu pembangunan jalan juga sudah dilakukan. Seperti di wilayah barat menuju selatan, dari kawasan Nirmala sampai Tamansari. Lokasi kantor pemerintahan Kabupaten Bogor Barat juga sudah ditentukan. Pengembangan tata ruang berkaitan dengan tata kota dan tata wilayah juga sudah berjalan. 

Demikian pula dengan wilayah Bogor Timur yang juga masuk dalam perencanaan pemekaran. Penyusunan perencanaan dan pengembangan tatakota dilakukan oleh Bappedalitbang bekerjasama dengan lembaga professional. Pemkab Bogor bahkan sudah meminta lahan Perhutani untuk menjadi kantor pemerintahan.

”Langkah konkret yang berani juga dilakukan oleh Bupati Rudy Susmanto dalam memastikan ketersediaan tanah untuk dipergunakan kantor pemerintahan,” jelasnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore