Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur melakukan penggeledahan di Kantor Suku Dinas PPKUM dan kantor distributor mesin jahit Swering Singer Kelapa Gading, Senin (10/11). (Istimewa)\
JawaPos.com – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur melakukan penggeledahan di Kantor Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, Senin (10/11). Langkah ini dilakukan untuk mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mesin jahit senilai lebih dari Rp9 miliar.
Kasie Pidsus Kejari Jakarta Timur Adri E Pontoh menuturkan, penggeledahan berkaitan dengan proyek pengadaan mesin jahit untuk UMKM yang berlangsung selama tiga tahun terakhir.
"Tadi penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik dari kejaksaan negeri Jakarta Timur terkait pengadaan mesin jahit senar tahun 2022 sampai 2024 dengan total Rp9 miliar lebih," ujar Adri dikutip, Selasa (11/1).
Menurut Adri, tim penyidik menyita sejumlah barang bukti penting berupa dokumen dan perangkat komputer. Barang bukti yang disita diharapkan dapat berguna untuk kepentingan penyidikan kedepannya.
"Mengenai yang tadi kita lakukan penggeledaan beberapa dokumen yang kita ambil untuk sementara yaitu berupa DPA, komputer, CPU, dan beberapa dokumen lainnya. Memang itu diperlukan untuk kepentingan penyidikan dan untuk mengenai dokumen tersebut akan kita lakukan penyitaan, lanjutkan ke pengadilan untuk disita," jelasnya.
Proyek pengadaan mesin jahit itu diperuntukkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah DKI Jakarta.
Program ini mencakup seluruh wilayah kota administrasi, mulai dari Jakarta Timur, Barat, Utara, Selatan, Pusat, hingga Kepulauan Seribu.
"Yaitu untuk UMKM di Jakarta Timur, dulu Jakarta Timur. Karena proyek ini dari tahun 2022 sampai 2024 itu untuk keseluruhan DKI. Ada di wilayah Barat, Timur, Selatan, Utara, Pusat sampai dengan Kepulauan Seribu," kata Adri.
Namun, Kejari Jakarta Timur hanya menangani wilayah hukumnya saja.
"Tapi karena kita di Jakarta Timur kita hanya khusus untuk wilayah Jakarta Timur," lanjutnya.
Sudah Ada Calon Tersangka
Meski penyidik belum menetapkan tersangka, Adri memastikan sudah ada pihak yang berpotensi menjadi tersangka.
"Untuk tersangka pasti sudah ada calon tapi kita belum bisa menetapkan tersangka karena perhitungan kerugian negara yang realnya," ujarnya.
Dua Lokasi Digeledah, Ribuan Mesin Jahit Disorot

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
