
Massa PMII menyegel pintu masuk gedung Transmedia saat aksi solidaritas terkait tayangan Xpose Uncensored, Rabu (15/10). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Setelah ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) dan alumni pesantren se-DKI Jakarta membubarkan diri, giliran Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar aksi di halaman kantor Trans7, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (15/10).
Aksi sempat diwarnai lemparan botol air mineral dari arah massa. Insiden terjadi ketika Direktur Transmedia Latif Harnoko keluar menemui massa aksi yang menuntut pertanggungjawaban atas tayangan Xpose Uncensored.
Situasi sempat memanas ketika massa meminta agar pihak yang bertanggung jawab atas program tersebut dihadirkan di depan.
Mereka menuntut kehadiran penanggung jawab produksi, penulis naskah, hingga pengisi suara. Namun, nama-nama yang diminta tak kunjung muncul.
"Woy tenang, jangan lempar-lempar dulu," ujar salah satu peserta aksi mencoba menenangkan suasana.
Menanggapi desakan massa, Latif Harnoko menjelaskan bahwa program Xpose Uncensored bukan produksi internal Transmedia, melainkan hasil kerja sama dengan Production House Sandika.
Ia menambahkan, Transmedia juga telah memutus seluruh kontrak kerja dengan rumah produksi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional.
"Kedua, penanggung jawab program itu sudah kami pecat," tegas Latif di hadapan massa. Saat ini, lanjut Latif, seluruh Direksi dan Manajemen Transmedia tengah mengunjungi pesantren Lirboyo.
"Dengan semua direksi dan manajemen Transmedia sedang berada di pesantren Lirboyo. Nanti akan diajukan hasil keputusannya, akan ditayangkan di seluruh channel Transmedia," ungkapnya.
Aksi PB PMII ini merupakan bentuk protes terhadap tayangan Xpose Uncensored yang dianggap menyinggung keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo dan melecehkan tradisi santri di Indonesia.
Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster berisi kritik keras terhadap tayangan yang dinilai melecehkan martabat santri.
Salah satu poster bertuliskan, "Etika pemberitaan bukan sekedar formalitas. Melainkan cermin kehormatan," katanya.
Massa juga melakukan penyegelan dengan menempelkan spanduk di pintu masuk gedung Transmedia. Akhirnya massa membubarkan diri sejak pukul 13.00 WIB.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
