
Sejumlah pejalan kaki menyeberang di pedestrian light controlled (Pelican) di depan stasiun Cikini, Jakarta, Senin (15/09/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Anggaran Rp 7,1 miliar yang digelontorkan untuk membangun pedestrian segmen 3 di Jalan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) menuai sorotan. Untuk memastikan proyek yang menelan anggaran dalam jumlah besar itu berjalan dengan baik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel turun tangan. Mereka mengawasi pembangunan pedestrian tersebut.
Dalam keterangan resmi pada Jumat (10/10), Kejari Tangsel menyatakan bahwa pengawasan yang disertai peninjauan kualitas pedestrian tersebut dilaksanakan bersama Inspektorat Kota Tangsel dan unsur terkait dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. Salah satu tujuan pengawasan dan peninjauan proyek itu adalah memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tangsel Ronny Bona Tua Hutagalung menyampaikan bahwa sinergi pengawasan yang dilakukan oleh instansinya dengan jajaran Pemkot Tangsel adalah kegiatan rutin. Pihaknya memberikan pendampingan hukum atau legal assistance demi memastikan ketepatan penggunaan material dalam proyek infrastruktur tersebut.
"Ini merupakan bentuk sinergi yang terjalin erat antara inspektorat dan kejaksaan dalam rangka pengawasan bersama. Kami fokus pada pengecekan teknis seperti jenis, ketebalan, dan ukuran material yang digunakan, untuk memastikan semuanya sesuai dengan rencana anggaran dan spesifikasi teknis," terang dia.
Menurut Ronny, tindak lanjut pengawasan fisik akan terus dilakukan oleh instansinya. Sehingga pengawasan dan peninjauan pembangunan proyek tersebut akan terus dilakukan. Kejari Tangsel menekankan pentingnya kehati-hatian dan kepatuhan kepada pihak kontraktor pelaksana dan pengawas proyek yang kini menarik atensi publik tersebut.
"Kami berharap pelaksana dan pengawas dapat bekerja dengan cermat dan teliti dalam penggunaan material. Proyek ini sangat penting karena akan menjadi fasilitas yang bermanfaat dan nyaman bagi masyarakat di Kota Tangsel," kata doa.
Dalam keterangan yang sama, Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel Saflinawati menyampaikan permohonan maaf dan meminta pengertian dari masyarakat atas potensi gangguan aktivitas selama masa konstruksi proyek tersebut.
"Kami upayakan agar pekerjaan pedestrian Ciater ini dapat diselesaikan tepat waktu dan berfungsi maksimal untuk kepentingan masyarakat," ujar Saflinawati.
Pihaknya mengaku senang karena Kejari Tangsel turun tangan dengan melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap proyek tersebut. Dia berharap, program pembangunan di Tangsel bisa berjalan lebih baik, transparan, dan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih serta berorientasi pada pelayanan publik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
