
Ilustrasi petugas Damkar memadamkan api. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Masuk dengan selang, keluar lewat selang. Bagi petugas pemadam kebakaran (damkar) hal itu mutlak. Menjadi garansi agar tidak terjebak. Namun, risiko tetap saja ada. Mengancam setiap petugas pemadam. Mulai luka-luka sampai kehilangan nyawa. Di Jakarta, kabar gugurnya petugas damkar beberapa kali terdengar. Mereka menjadi pahlawan yang meninggal dunia dalam penugasan.
”Jadi, pemadam kebakaran itu kalau cerita risiko, ketika mobil rodanya baru saja bergerak, itu sudah mulai ada risiko. Mengancam kapan saja,” kata Kepala Seksi Kerjasama dan kehumasan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Mohammad Arief.
Setiap kali mendapat laporan terjadi kebakaran, petugas damkar harus bergerak cepat. Tancap gas dari pos terdekat ke lokasi kebakaran. Jalanan Jakarta yang kerap macet menjadi tantangan tersendiri.
Membelah kendaraan yang sedang antre bukan perkara mudah. Tidak jarang petugas damkar berhadapan dengan pengendara ngeyel yang enggan memberi jalan.
Padahal, mereka harus segera sampai. Sebab, pemadaman api akan lebih cepat bila dilakukan sebelum kebakaran menjalar ke mana-mana. Maka, tidak heran bila Arief berkata bahwa risiko pemadam sudah ada sejak roda kendaraan yang mereka gunakan mulai bergerak. termasuk risiko mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran.
Di luar itu, ada risiko lain seperti asap pekat yang sudah mengandung racun. Material objek yang terbakar tidak jarang berbahaya bagi petugas. Jika berhadapan dengan hal itu, protokol masuk dengan selang keluar lewat selang kadang kala tidak menjadi garansi keselamatan bagi petugas damkar. Meski kemungkinannya kecil, tapi risiko tetap ada.
”Banyak juga ancaman kebakaran itu kan sebenarnya gas beracunnya itu, yang mengandung asap beracun itu yang membunuh pemadam. Kalau terjebak, pemadang kebakaran kayaknya kecil kemungkinan dia terjebak. Karena dia akan masuk dengan menggunakan selang, dia akan keluar lewat selang lagi,” tutur Arief saat menceritakan pengalaman bertugas di lapangan.
Selain itu, di antara petugas damkar ada satu momok yang cukup menakutkan. Yakni bangunan tipe atrium. Arief mengistilahkan bangunan tersebut sebagai kuburan pemadam.
Tentu bukan tanpa sebab istilah itu muncul. Apalagi bagi petugas damkar di Jakarta yang tidak jarang harus memadamkan api di gedung-gedung tipe atrium.
”Bangunan tipe atrium yang bisa menjadi kuburan pemadam kebakaran. Makanya ketika tipe atrium terbakar, itu akan lebih konsentrasi penuh tim pemadam, sangat-sangat konsentrasi ya. Tapi, di luar itu, seluruh bangunan gedung itu punya potensi ancaman yang tinggi,” ujarnya.
Untuk wilayah, sampai saat ini Kecamatan Tambora masih belum ada duanya. Tetap menjadi titik paling rawan kebakaran di Jakarta. Bangunan berderet-deret, permukiman padat penduduk yang rapat, material bangunan mudah terbakar, menjadi kombinasi berbahaya. Sangat mudah terbakar meski pemicunya hanya percikan api.
Sudah lama, Tambora menjadi lokasi rawan kebakaran di Jakarta. Sudah lama pula, petugas damkar yang bertugas memadamkan api di Tambora harus ekstra hati-hati. Sebab, yang menjadi ancaman bukan hanya api.
Di Tambora, struktur bangunan bisa jadi petaka bagi petugas damkar. Karena itu, mereka selalu waspada agar tidak tertimpa dan terjebak reruntuhan.
”Karena struktur konstruksi bangunan yang nggak memadai, salah satu contoh misalnya berapa kali tuh anggota kami tewas di Tambora. Itu kan karena struktur bangunannya yang nggak standar. Akhirnya kami masuk, roboh, dan akhirnya kami tertimpa,” kata dia.
Belum lama, insiden serupa terjadi saat petugas damkar melaksanakan pemadaman di wilayah Senen, Jakarta Pusat (Jakpus). Insiden itu terjadi saat petugas damkar memadamkan api di kawasan padat penduduk Jalan Pasar Senen Dalam VI pada Senin dini hari (15/9). Api dengan cepat melalap 24 rumah di kawasan tersebut. Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB itu, dua orang petugas damkar terluka.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
