Sejumlah pengunjung CFD Depok berswafoto dengan latar anggota pasukan polisi berkuda. (Kuswandi/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepolisian Resort Metro (Polres Metro) Depok, Jawa Barat menyebut pihaknya tengah menyelidiki dugaan adanya aksi premanisme, berupa Pungli ke sejumlah pedagang yang berjualan di area CFD. Ihwal adanya hal ini dikatakan Kabagops Polres Metro Depok AKBP Maulana J Karapesina.
"Untuk Pungli di CFD masih dilakukan penyelidikan oleh fungsi terkait," ujar Maulana saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (27/5).
Dia menegaskan tidak akan ada tempat bagi premanisme di Depok. Penindakan terhadap premanisme akan terus digencarkan, termasuk penertiban posko-posko ormas.
"Untuk penindakan premanisme tetap berjalan. Untuk posko-posko ormas kami masih lakukan koordinasi dengan unsur terkait dalam hal ini Satpol PP untuk giat penertiban," jelasnya.
Untuk diketahui, hadirnya Car Free Day (CFD) yang digelar di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat memberikan angin segar kepada masyarakat yang ingin berolahraga sembari mencari makanan atau minuman. Selain itu, dengan adanya hari bebas kendaraan bermotor itu, juga membantu perekonomian warga dan para pedagang yang berjualan di trotoar sepanjang area CFD. Sayangnya, hal ini terciderai dengan banyak oknum ‘preman’ yang diduga melakukan pungli kepada para pedagang yang berjualan.
Yati, (bukan nama sebenarnya) salah satu pedagang makanan, mengaku pernah menjadi korban pungli oknum preman saat pertama kali ingin berjualan di CFD Depok. Awalnya, dia mencari berbagai informasi terkait aturan main berjualan di CFD Depok. Selanjutnya, dari informasi yang dia dapatkan dari saudaranya, dia diminta mentransfer uang Rp 50 ribu per satu lapak.
Karena berminat, malam hari sebelum hari pelaksanaan CFD pertama dilakukan, Yati tanpa pikir panjang langsung mentransfer uang senilai Rp 100 ribu untuk dua lapaknya, ke nomor rekening yang dikirimkan pihak oknum preman tersebut. Setelah mentransfer, Rini mendapat pesan berantai whatApp dari oknum preman tersebut melalui saudaranya.
“Untuk para tenant yang ikut di acara CFD Margonda saya di lokasi jam 3 pagi, nanti saya standby dekat Pesona Khayangan biar tenant bisa langsung di arahin. Untuk pedagang datang lebih awal ya, terima kasih,” demikian bunyi pesan berantai yang didapatkan Yati.
Atas pesan tersebut, sekitar pukul 03.30 WIB, Yati melalui saudaranya datang ke depan Pesona Khayangan. Namun saat mengonfirmasi bahwa saudaranya sudah di tempat yang diarahkan, oknum preman atas nama Rahman itu tak kunjung hadir.
“Nggak ada orangnya. Dihubungi gak bisa. Tahu gak pada bayar, saya gak mau bayar,” sesal Yati.
Lain Yati, lain pula pengalaman Budi (bukan nama sebenarnya). Pedagang aksesoris ini mengaku menjadi korban pungli preman berkedok Ormas seusai berdagang pada hari pertama pelaksanaan CFD Depok.
“Saya dimintai duit Rp 40 ribu sama oknum Ormas pas hari pertama,” ungkap Budi.
Karena dagangan sepi, Budi pun sempat berdebat dan tak mengamini permintaan oknum preman tersebut. Namun, karena terus diminta dan takut terjadi apa-apa, Budi pun akhirnya merogoh koceknya, dan memberikan uang senilai Rp 5000 kepada oknum preman jalanan itu.
Di lain pihak, Riri, pedagang minuman asal Tanah Baru, Depok mengaku resah dengan ulah oknum-oknum preman berkedok Ormas tersebut. Para preman tersebut kata Riri, mengklaim sebagai koordinator wilayah untuk mengepalai pengurusan sejumlah lapak di sepanjang jalan Margonda, Depok.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
