Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 13.00 WIB

Lima Tuntutan Eks Pemain Sirkus OCI Taman Safari: Bentuk Tim Pencari Fakta hingga Ganti Rugi ke Korban

ILUSTRASI Sirkus. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

ILUSTRASI Sirkus. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com – Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) menuntut pemerintah turut serta dalam memperjuangkan hak mereka. Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh melayangkan lima tuntutan utama. 

Pasalnya, para eks pemain sirkus itu diduga mengalami eksploitasi, perbudakan, dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama bertahun-tahun. Sholeh bersama para korban pun telah menyampaikan keluhan langsung kepada pihak Kementerian HAM. Ia menegaskan bahwa ada sejumlah tuntutan penting yang harus segera dipenuhi untuk menegakkan keadilan.

Ia menuntut agar segera dibentuk tim pencari fakta guna mengusut tuntas asal-usul para pemain sirkus. Mengingat, banyak dari mereka yang mengaku telah bekerja sejak kecil dan tidak mengetahui asal usul orang tuanya.

"Tuntutan kita adalah supaya dibentuk tim pencari fakta untuk menggali kebenaran asal-usul para pemain sirkus," ujar Sholeh dikutip dari instagram pribadinya dan dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (16/4).

Selain itu, ia juga menyerukan penyelamatan para pemain sirkus yang diduga masih berada di Taman Safari. "Yang kedua, menyelamatkan para pemain sirkus yang masih ada di dalam Taman Safari. Yang ketiga, harus ada keadilan bagi para korban," tegas Sholeh.

Sholeh juga menuntut agar pihak yang dianggap bertanggung jawab segera diproses hukum, serta mendesak adanya kompensasi bagi para korban. "Pelaku harus dihukum. Yang terakhir, harus ada ganti rugi atau santunan kepada para korban," jelasnya.

Diketahui, sejumlah eks pemain sirkus OCI mengadukan apa yang dialaminya kepada Wakil Menteri HAM Mugiyanto di kantornya, Selasa (16/4). Usai mendengarkan aduan, Mugiyanto mengaku akan segera memanggil pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali di kemudian hari.

"Karena kami ingin mendapatkan informasi yang komprehensif, setelah kami mendapatkan laporan dari para korban, kami juga akan mengupayakan untuk mendapatkan informasi dari pihak yang dilaporkan sebagai pelaku tindakannya," tegas Mugiyanto.

Sebelumnya, Head of Media and Digital Taman Safari Indonesia Group Finky Santika menegaskan bahwa persoalan tersebut murni urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan perusahaan.

"Taman Safari Indonesia Group sebagai perusahaan ingin menegaskan bahwa kami tidak memiliki keterkaitan, hubungan bisnis, maupun keterlibatan hukum dengan eks pemain sirkus yang disebutkan dalam video tersebut," kata Finky dalam keterangannya.

Finky menambahkan, Taman Safari Indonesia Group merupakan entitas yang berdiri secara independen, tanpa afiliasi dengan pihak mana pun yang disebut dalam isu tersebut.

"Kami menilai bahwa permasalahan tersebut bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Taman Safari Indonesia Group secara kelembagaan," jelasnya.

Meski menghormati hak setiap individu untuk menyuarakan pengalaman pribadinya, Finky berharap nama baik dan reputasi Taman Safari Indonesia tidak ikut terseret.

"Kami berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan hukum, serta etika bisnis yang bertanggung jawab," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore