Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu semasa hidup.
JawaPos.com - Pihak keluarga menolak bahwa Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu tewas diduga bunuh diri. Hal ini disampaikan paman AKBP Buddy, Cyprus A Tatali saat merespons dugaan sementara hasil penyelidikan awal, yang dilakukan Polda Metro Jaya.
"Dari pihak keluarga kalau dituduh bunuh diri itu kami menolak, sangat menolak," kata Cyprus di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (30/4).
Ia menyebut, aparat kepolisian terlalu cepat menyimpulkan dugaan tewasnya AKBP Buddy Alfrits, bunuh diri di pelintasan rel kereta api Jatinegara. Sebab, Buddy Alfrits dalam kehidupannya tidak mengalami permasalahan.
"Karena apa, pertama dari kehidupan pribadi itu beliau enggak ada gangguan jiwa. Kedua, keluarga sejahtera dan bahagia, karena selain istrinya juga bukan ibu rumah tangga, tapi dia juga usaha, anaknya sekarang di Akpol, anak yang nomor satu. Dari sisi itu kan tidak mungkin kalau masalah ekonomi," tegas Cyprus.
Cyprus lantas meminta Polri untuk mendalami penyebab tewasnya Buddy Alfrits. Ia curiga, Buddy yang menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur menerima telepon pada Sabtu, yang kemudian Buddy ditemukan tewas di pelintasan rel kereta.
"Artinya kan bertanya juga keluarga kalau dia naik grab, yang telepon ini berarti tidak selevel atau tidak dibawah dia," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu dikabarkan tewas tertabrak kereta api pada jalur Jatinegara, Jakarta Timur. Buddy Alfrits baru dua minggu menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Jaktim, setelah sebelum bertugas di Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait tewasnya Buddy Alfrits. Berdasarkan informasi sementara Buddy dikabarkan tewas tertabrak kereta api.
"Beliau benar merupakaan anggota Polri, Polda Metro Jaya yang jabatannya saat ini adalah sebagai Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur," ucap Trunoyudo, Sabtu (29/4).
Trunoyudo menjelaskan, Polres Metro Jakarta Timur bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan langkah-langkah penyelidikan, untuk melakukan pendalaman. Aparat kepolisian meminta keterangan saksi-saksi terkait tewasnya polisi perwira menengah itu.
"Penyelidikan dan pendalaman ini dilakukan secara induktif dan deduktif, baik itu di tempat kejadian perkara secara eksternal, juga didapat keterangan-keterangan dan juga kita akan mendalami secara internalnya pihak keluarga," ungkap Trunoyudo.
Trunoyudo menyebut, saat ini jenazah Buddy Alfrits sedang dilakukan visum di RS Polri Kramat Jati.
"Untuk korban jenazah saat ini sudah segera kita bawa ke RS Polri Kramat Jati Polri ya, ini untuk melakukan visum. Polda Metro Jaya akan melakukan langkah-langkah baik secara SOP yaitu mengambil keterangan-keterangan secara verbal kemudian juga akan melaluka secara forensik," pungkasnya.