JawaPos.com - Pencarian korban jiwa kebakaran Glodok Plaza telah memasuki hari ke enam. Tim gabungan kembali mengevakuasi satu kantong jenazah pada hari ini, Selasa (21/1).
Jenazah tersebut ditemukan di lorong lantai delapan yang merupakan ruang karaoke tempat hiburan malam. Potongan tubuh tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
"Seperti biasa. Memang yang ditemukan, tulang berulang aja. Jadi posisi jika tidak bisa kenali, cuma ada tulang belulang," ujar Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syarifudin kepada wartawan di lokasi.
Dengan tambahan satu kantong jenazah, total sudah sebanyak sembilan jenazah yang telah dievakuasi dari Glodok Plaza sejak Kamis (16/1).
Syarif mengatakan, pada pencarian hari ini, pihaknya bisa mengakses titik-titik baru yang sebelumnya belum dapat disusuri. Sebab, mobil petugas bisa dinaikkan ke lantai tujuh untuk keperluan evakuasi.
"Kalau hari ini sudah aman, makanya staging area kita ada di lantai 7. Jadi mobil kita juga bisa masuk lantai 7 untuk membawa peralatan-peralatan yang diperlukan untuk penyelamatan ini," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Tamansari AKBP Riyanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pengelola Glodok Plaza untuk mempermudah proses penyisiran.
Pada pencarian besok, pengelola gedung akan turut mengerahkan tenaga kerja mereka untuk membantu mengangkat puing-puing besi yang menumpuk.
"Jadi pengelola gedung tadi membantu kita dalam rangka membuka akses. Mereka menyediakan tenaga kerja, tenaga ahli, nanti kita membantu mengambil (besi rangka) yang sudah dipotong, kita turunkan ke lantai 7. Yang besi-besi, yang kira-kira menghalangi akses kita masuk ke dalam ruangan atau tempat-tempat yang selama ini belum bisa kejangkau," jelasnya.
Riyanto mengaku belum bisa memastikan sampai kapan proses pencarian korban kebakaran dilakukan. Yang pasti, tim gabungan akan melakukan penyisiran secara menyeluruh ke berbagai ruangan yang ada.
"Yang penting kita maksimalkan akses-akses kita bisa masuk ke ruangan-ruangan atau tempat yang kira-kira sampai hari ini belum bisa kejangkau," ucapnya.