JawaPos.com - Sejumlah mantan Gubernur dan peserta Pilkada DKI Jakarta 2204 mulai mendatangi Balai Kota Jakarta, Selasa (31/12). Mereka secara bergantian mulai mendatangi Balai Kota sejak pukul 15.00 WIB.
Mereka yang telah menghadiri undangan ialah Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sutiyoso, Fauzi Bowo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan dan Soni Sumarsono.
Kemudian hadir pula calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Pramono Anung dan Rano Karno. Dan peserta Pilkada DKI Jakarta Suswono dan Kun Wardhana.
Kehadiran mereka guna memenuhi undangan acara Bentang Harapan JakASA yang diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Pantauan JawaPos.com, acara tersebut diadakan di depan pendopo Balai Kota DKI Jakarta.
Anies Baswedan pun terlihat duduk bersebelahan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kedua pun terlihat akrab berbincang.
Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi sebelumnya menjelaskan, seluruh Gubernur terdahulu dan peserta Pilkada Jakarta akan diajak menuliskan harapan mereka untuk Jakarta di atas kain sepanjang 80 meter di Balai Kota Jakarta. Kain itu nantinya akan digabung dengan kain berisi harapan warga lainnya yang telah disebar di kantor-kantor wali kota dengan panjang masing-masing 60 meter.
Dengan begitu, total akan terdapat 500 meter kain berisikan harapan untuk Jakarta. Harapan yang ditulis akan disimpan dan dibuka kembali pada 22 Juni 2027, menandai peringatan 500 tahun Jakarta.
"Itu kita harap para tokoh politik, pemerintahan, masyarakat, adat dan agama serta berbagai elemen masyarakat lainnya bisa menuliskan mengenai harapan-harapan mereka semuanya tentang kota Jakarta di masa depan," ujar Teguh, Selasa (31/12).
"Dan insyallah para Gubernur sebelumnya juga banyak yang hadir. Yang sudah konfirmasi antara lain pak Sutiyoso, Fauzi Bowo, Ahok, Anies, Djarot, dan insyallah juga mudah-mudahan tadi sudah komunikasi pak Sumarsono mudah-mudahan," sambung Teguh.
Selain itu, lanjut Teguh, sejumlah Menteri dan tokoh-tokoh dari akademisi, pelaku usaha dan media juga direncanakan turut hadir.
"Di samping itu ada yang lain juga, ada pak Menteri insyallah berkenan hadir juga, pak Wamendagri dan elemen lainnya apakah itu pelaku usaha, akademisi dan tokoh-tokoh media. Kemudian malamnya baru ada semarak mendunia," ucap Teguh.