JawaPos.com - Masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan berlangsung mulai 24 November atau tiga hari menjelang hari pencoblosan pada 27 November 2024. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meminta seluruh warga Jakarta dan pemangku kepentingan lainnya bersama-sama menjaga kondusivitas selama masa tenang berlangsung.
"Saya mengajak semua elemen masyarakat, para peserta Pilkada dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif selama masa tenang, sehingga kondisi Jakarta tetap aman, tertib dan damai," ujar Pj Teguh saat menghadiri Apel Siaga Pengawasan Tahapan Masa Tenang, Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pilkada di kawasan Monas, Rabu (20/11).
Dengan begitu, lanjut Teguh, pelaksanaan Pilkada di DKI Jakarta pada 27 November 2024 bisa berlangsung baik dan lancar. Warga Jakarta bisa menggunakan hak pilihnya dengan aman dan nyaman.
Ia mengimbau warga Jakarta yang memiliki hak pilih dapat menggunakan suaranya untuk memilih calon kepala daerah yang terbaik bagi Kota Jakarta. Teguh berharap, para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur beserta para pendukungnya dapat kooperatif selama masa tenang.
"Masa tenang adalah masa tidak diperbolehkan ada aktivitas atau kegiatan berkampanye menjelang pemilihan umum. Karena itu, saya imbau para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur bersama tim kampanye dan pendukungnya menghormati masa tenang ini dengan baik," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar semua pihak mendukung penuh pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan baik dan lancar. Putra sulung Joko Widodo itu juga meminta agar potensi konflik sekecil apa pun harus diselesaikan. sehingga, insiden carok di Sampang, Madura, pada Minggu (17/11), tidak terjadi di daerah lainya.
"Jika ada potensi konflik, sekecil apa pun, segera selesaikan. Jangan sampai membesar dan menimbulkan korban jiwa. Kita tidak ingin apa yang terjadi di Sampang terjadi di tempat lain. Semua pihak harus secara aktif melakukan pencegahan dan deteksi dini," ujar Wapres Gibran saat memimpin upacara dalam Apel Siaga Pengawasan Tahapan Masa Tenang, Pemungutan dan Penghitungan Suara pada Pilkada di kawasan Monas, Rabu (20/11).
Diketahui, aksi sadis carok menewaskan Jimmy Sugito Putra, seorang saksi paslon bupati-wakil bupati di Pilbup Sampang itu menjadi viral dan mendapat perhatian publik. Insiden yang terjadi di Desa Ketapang Laok, Sampang itu terjadi usai salah satu paslon berkunjung ke tokoh desa setempat.
Dalam insiden itu, korban dikeroyok hingga terjatuh ke tanah. Tanpa ampun, sekelompok pria bercelurit menghajarnya. Polisi pun telah mengamankan tiga orang pelaku yang terlibat dalam insiden itu.
Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersikap tegas, adil, dan tidak tebang pilih dalam menjalankan fungsi pengawasan. Bawaslu juga harus terus meningkatkan sinergi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), TNI, Polri, Kejaksaan Agung, dan seluruh komponen masyarakat lainnya.
Ia juga mengimbau, pelaksanaan masa tenang harus benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Diketahui, masa kampanye akan berakhir pada Sabtu 23 November 2024. kemudian dilanjutkan dengan masa tenang Pilkada 2024 pada Minggu 24 November 2024 dan berlangsung selama tiga hari hingga Selasa 26 November 2024.
"Terakhir, saya ingin mengajak Bapak/Ibu semua untuk terus menjaga situasi yang kondusif, menjaga netralitas, sehingga pesta demokrasi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan para pemimpin daerah yang sesuai dengan harapan dan pilihan rakyat," ucap Wapres Gibran.