Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2024 | 20.28 WIB

Ribuan Pelajar di Jakarta Terjerat Judi Online, Transaksi Capai Rp 2,29 Miliar

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menghadiri Acara Edukasi dan Pelatihan Literasi Digital. (Ryandi) - Image

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menghadiri Acara Edukasi dan Pelatihan Literasi Digital. (Ryandi)

 
JawaPos.com - Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan, terdapat 1.836 anak usia pelajar hingga 17 tahun di DKI Jakarta bermain judi online (Judol). Tak tanggung-tanggung, nilai transaksi dari ribuan pelajar itu mencapai Rp2,29 miliar. 
 
"Pada tahun 2024 ini, paling tidak berdasarkan PPATK ada sekitar 1.836 anak usia sampai dengan 17 tahun yang terlibat di DKI Jakarta dengan nilai transaksi kurang lebih Rp2,29 miliar," ujar Pj Teguh saat Edukasi dan Pelatihan Literasi Digital dengan Tema "Pencegahan dan Penanganan Judi Online (Judol) di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat" di SMAN 92, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (12/11/2024).
 
Pj Teguh mengaku telah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta untuk mewaspadai dan melakukan sosialisasi bahaya kecanduan judi online kepada pelajar.
 
 
Pemprov DKI, lanjut Pj Teguh, juga terus mengembangkan program sadar olah literasi digital (solid) yang menyasar pelajar di Jakarta. Ia juga memastikan akan terus bersinergi dengan seluruh pihak guna mengatasi polemik judol ini. 
 
"Mudah-mudahan sosialisasi ini tidak berhenti sampai di sini saja. Kami juga siap mengikuti arahan ibu Menteri (Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid)," ucap Pj Teguh.
 
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, wilayah Cilincing merupakan salah satu daerah dengan jumlah pemain judi online (judol) tertinggi di Jakarta. Untuk itu, diharapkan orang tua ikut berperan dalam menjauhi anak-anak dari jerat judi online.
 
"Karena katanya di Cilincing ini salah satu yang judolnya tertinggi di DKI Jakarta. Kita harus melihat data, ini data PPATK ya," ujar Meutya Hafid di RPTRA Intiland Teduh, Jakarta Utara, Selasa (12/11/2024).
 
Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 200 ribu anak Indonesia di bawah usia 19 tahun sudah terlibat judi online. Kemudian, anak di bawah usia 10 tahun sebanyak 80ribu pemain. 
 
"Karena kami tidak bisa menjangkau rumah-rumah tangga. Karena sekarang, tadi kalau datanya di bawah 19 tahun ada 200 ribu. Di bawah 10 tahun ada kurang lebih 80 ribu. Dia pakai akun-akun orang tuanya. Bisa mengakses biasanya lewat games," terangnya.
 
"Ini yang tidak mungkin kami dari Kementerian jangkau sendiri. Kami harus kerja sama dengan Ibu-Ibu, orang tua, Ibu Bapak di rumah untuk mengawasi anak-anaknya," sambung Meutya Hafid.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore