Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2024 | 18.24 WIB

Dukung RIDO, Din Syamsuddin Minta Publik Tak Lagi Masalahkan Pernyataan Suswono Soal Janda Kaya Nikahi Pengangguran

Tokoh Cendekiawan Islam Indonesia  Prof.Dr.HM. Din Syamsuddin menyampaikan paparannya saat menghadiri Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Minggu (4/8/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos) - Image

Tokoh Cendekiawan Islam Indonesia Prof.Dr.HM. Din Syamsuddin menyampaikan paparannya saat menghadiri Pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Minggu (4/8/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta publik menerima permintaan maaf Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Suswono terkait pernyataannya soal janda nikahi pemuda pengangguran yang contoh kasusnya disamakan dengan kisah Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah. 

Hal itu ia sampaikan usai menerima kunjungan Suswono di kediamannya sekaligus menyatakan dukungan terhadap pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di Pilgub Jakarta 2024.
 
"Sebagai warga Jakarta, saya bersama keluarga memberi dukungan penuh kepada Bang Emil dan Mas Suswono maju sukses sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan beliau berdua untuk Jakarta,” ujar Din kepada wartawan, Selasa (5/11).
 
 
Din juga mengajak masyarakat Jakarta dan umat Islam untuk tetap fokus pada substansi kampanye dan tak mau dibelokkan dengan isu yang berkembang atau dikembangkan terkait pernyataan Suswono tersebut.
 
“Pak Suswono sudah mengaku bersalah, meminta maaf dan mencabut pernyataan yang dipermasalahkan itu. Dalam ajaran Islam, jika ada yang meminta maaf, seyogianya dimaafkan, dan tidak malah digoreng kemana-mana," tuturnya.
 
"Mari fokus pada hal-hal yang lebih penting, yang menjadi perjuangan Pak Suswono untuk kesejahteraan warga Jakarta dan peduli pada pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” sambung Din. 
 
 
Oleh karena itu, ia berharap agar tokoh-tokoh masyarakat, khususnya para pemimpin umat Islam tidak membawa isu ini ke ranah teologis atau politik secara berlebihan. 
 
“Kita semua sebagai manusia tidak luput dari kesalahan. Jika sudah meminta maaf, maka perlu dimaafkan. Mari kita tidak terjebak dalam isu-isu artifisial yang mungkin merupakan gorengan dan permainan politik,” pungkasnya. 
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore