Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 November 2024 | 19.11 WIB

Ide Aneh Itu Orisinal Pemikiran Dharma Pongrekun

Dharma Pongrekun. (Agung Kurniawan/Jawa Pos) - Image

Dharma Pongrekun. (Agung Kurniawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Beragam gagasan kontroversial Dharma Pongrekun sekilas memang tampak nyeleneh. Namun, gaya komunikasi politik purnawirawan Polri itu dinilai tidak sepenuhnya salah sepanjang teori yang dikemukakan bisa diterima warga Jakarta.

Tapi, sebaliknya, jika gagasan yang dilontarkan sulit diterima masyarakat, Dharma akan mendapatkan masalah. Salah satunya, elektabilitas yang rendah.

”Tapi, ini harus dibuktikan oleh survei. Untuk menentukan apakah (gaya komunikasi Dharma) bagus atau tidak, (elektabilitasnya) tinggi atau tidak,” kata pengamat politik Ujang Komaruddin kepada Jawa Pos kemarin (2/11).

Dalam politik, menyampaikan gagasan di hadapan publik, yang kontroversial sekalipun, merupakan hal lumrah. Namun, Ujang menyebut mestinya Dharma tidak sekadar melontarkan gagasan kontroversial. Tapi, juga mengimbanginya dengan ide-ide segar yang realistis sesuai kebutuhan masyarakat.

”Mestinya ada hal baru (yang diberikan Dharma kepada masyarakat Jakarta). Bukan sekadar teori konspirasi,” terangnya.

Ujang menyebut, mengukur sejauh mana efektivitas gagasan nyeleneh ala Dharma memang harus dibuktikan dengan survei. Survei tersebut nanti menggambarkan apakah ide Dharma bisa diterima publik atau tidak. Survei itu sekaligus menjadi acuan untuk mengukur tinggi atau rendahnya elektabilitas pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, tersebut.

”Kalau (setelah disurvei) elektabilitasnya (Dharma) biasa-biasa saja, ya berarti (gagasan nyeleneh Dharma) tidak diterima warga Jakarta,” tegas pengajar Universitas Al Azhar Indonesia tersebut.

Sementara itu, jika dilihat dari sudut pandang psikologi, gagasan nyeleneh Dharma sangat mungkin tidak diproduksi tim sukses (timses) atau tim pemenangan. Ide aneh dan terkadang irasional itu sangat mungkin orisinal dari pemikiran Dharma.

”Karena sejak awal, Dharma Pongrekun acapkali berperilaku dan bikin pernyataan irasional,” kata ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel kepada Jawa Pos.

Reza menambahkan, elektabilitas Dharma yang berada di bawah dua kandidat pilgub Jakarta lainnya mungkin menjadi acuan timses untuk mendorong Dharma memproduksi gagasan-gagasan aneh.

”Itu (memproduksi gagasan-gagasan aneh, Red) siasat yang paling jitu,” kata Reza.

Namun, di luar ide aneh itu, Reza melihat Dharma tidak memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik. Terlebih di masa kritis. ”Sebagai seniman, sepertinya lebih cocok,” imbuhnya. (tyo/c7/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore