Kepolisian mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terjadinya insiden sopir truk tabrak lari di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2024).(Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kepolisian mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terjadinya insiden sopir truk tabrak lari di Kota Tangerang, Jumat (1/10/2024).
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan olah TKP dilakukan bersama tim Traffic Accident Analysist (TAA) dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
"Kalau kita olah TKP awal sudah kita lakukan kemarin, namun pada siang hari ini kita akan melakukan olah TKP lengkap bersama tim TAA Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya," kata Zain kepada wartawan, Jumat (1/10/2024).
Rencananya akan terdapat 9 lokasi olah TKP guna melengkapi hasil penyelidikan kepolisian. Ditlantas Polda Metro Jaya beserta jajaran terlihat sudah mulai tiba di Tugu Adipura sekira pukul 14.09 WIB sebagai titik awal olah TKP.
Dalam melakukan olah TKP kepolisian menggunakan alat pemindai atau scanner tiga dimensi berteknologi laser. Alat ini digunakan untuk merekonstruksi suatu kecelakaan.
3D laser scan alat untuk memudahkan polisi membuat rekayasa atau simulasi sebelum, saat, dan setelah.
Sebelumnya diberitakan, JFN, 24, mengendarai sebuah truk wing box secara ugal-ugalan di Kota Tangerang pada Kamis (31/10/2024). Kejadian bermula saat JFN melintas dari arah Cikokol menuju Cipondoh, Kota Tangerang.
Di tengah perjalanan, truk yang dikemudikan JFN menghantam bagian belakang mobil Suzuki Ertiga milik Laurentius yang sedang berhenti di trafix light arah kodim.
Bukannya berhenti dan bertanggung jawab, JFN justru panik. Dia langsung menginjak pedal gas dalam-dalam dan memacu truknya dengan ugal-ugalan guna melarikan diri ke arah Cipondoh.
Aksi pengejaran pun terjadi. Warga yang melihat kecelakaan itu segera bereaksi, mengejar JFN sampai ke Jalan KH Hasyim Ashari, Tangerang.
Dalam pelariannya yang semakin liar, JFN malah menabrak beberapa kendaraan lain yang ada di jalur pelariannya.
Pelaku lalu melarikan diri ke arah Cipondoh dan kejar oleh warga sampai jalan KH. Hasyim Ashari dan kembali menabrak pengendara sepeda motor, lalu kabur ke arah nerogtog, Graha Raya, Banjar Wijaya dan kembali ke Jalan Hasyim Ashari.
Terakhir dapat dihentikan warga yang mengejar di Bundaran Tugu Adipura Jalan Veteran. Di sana, warga yang mengepungnya berhasil menghentikan truk dan menghentikan pelarian JFN. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan warga.
Berdasarkan data sementara terdapat enam korban luka dalam insiden tersebut. Terdiri dari 4 pengendara sepeda motor, 1 pengemudi mobil dan 1 orang pejalan kaki akibat peristiwa itu.
Terkait kerugian material dari laporan sementara, jumlah kendaraan yang mengalami kerusakan terdapat 10 mobil dan 6 motor.