Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Oktober 2024 | 15.42 WIB

Setahun Ditutup Akibat Kebakaran, Museum Nasional Siap Dibuka 15 Oktober

Petugas berjaga di area Museum Nasional pasca kebakaran di Jakarta, Senin (18/9/2023). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com – Warga ibukota dan sekitarnya yang kangen untuk berkunjung ke Museum Nasional, harap bersabar sedikit. Setelah mengalami kebakaran hebat pada pertengahan September tahun lalu, museum yang akrab disebut Museum Gajah itu segera dibuka kembali untuk masyarakat.

Rencana pembukaan kembali Museum Nasional untuk publik itu, disampaikan Kepala Bagian Umum Indonesia Heritage Agency Brahmantara. ’’Rencana terakhir (akan dibuka) 15 Oktober. Semoga tidak ada perubahan,’’ kata Kepala Bagian Umum Indonesia Heritage Agency Brahmantara di malam penghargaan Kompetisi Debat Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda pada Selasa (8/10) malam.

Brahmantara menjelaskan Indonesian Heritage Agency mengelola sebanyak 18 unit museum dan 34 cagar budaya. Diantara museum yang di bawah pengelolaan mereka adalah Museum Nasional dan Museum Sumpah Pemuda. Dia berharap rencana pembukaan kembali Museum Nasional untuk publik diberikan kelancaran.

Seperti diketahui Museum Nasional mengalami kebakaran pada 16 September 2023. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu, Museum Nasional ditutup untuk dilalukan renovasi. 

Lebih lanjut Brahmantara menjelaskan Indonesia Heritage Agency berupaya melakukan inovasi pengelolaan museum sebagai ruang publik. Mereka berupaya menghadirkan museum tidak hanya sebatas menampilkan narasi sederhana. Tetapi juga berupaya menangani keinginan publik.

Dia mengatakan secara garis besar museum itu tempat penting. Yaitu wahana untuk menyajikan tonggak sejarah dan ruang inspirasi, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Sehingga bisa ikut mengobarkan semangat persatuan dan nasionalisme.

Secara khusus dia menyambut baik pelaksanaan debat antar siswa atau pelajar di Museum Sumpah Pemuda. Apalagi acara tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober nanti. Menurut dia, pemuda atau remaja harus bisa berpikir kritis.

Brahmantara mengatakan anak muda sekarang harus peka terhadap persoalan di lingkungannya. Kemudian bisa menyampaikan gagasannya dengan baik, termasuk inovasi solusi untuk mengatasinya. Dia mengatakan generasi muda harus berubah dan tidak lagi identik dengan generasi rebahan. ’’(Jangan menjadi) Generasi yang hanya scroll-scroll layar HP, tanpa peka terhadap situasi sekitar,’’ tandasnya.

Sebagai informasi, dalam kompetisi itu juara pertama diraih SMA Atisa Dipamkara, Kab. Tangerang. Kemudian disusul MAN 4 Jakarta (juara kedua), SMAN 6 Jakarta (juara ketiga), dan SMA Mardi Yuana Bogor (juara harapan 1).

 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore