Petugas berjaga di area Museum Nasional pasca kebakaran di Jakarta, Senin (18/9/2023). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com – Warga ibukota dan sekitarnya yang kangen untuk berkunjung ke Museum Nasional, harap bersabar sedikit. Setelah mengalami kebakaran hebat pada pertengahan September tahun lalu, museum yang akrab disebut Museum Gajah itu segera dibuka kembali untuk masyarakat.
Rencana pembukaan kembali Museum Nasional untuk publik itu, disampaikan Kepala Bagian Umum Indonesia Heritage Agency Brahmantara. ’’Rencana terakhir (akan dibuka) 15 Oktober. Semoga tidak ada perubahan,’’ kata Kepala Bagian Umum Indonesia Heritage Agency Brahmantara di malam penghargaan Kompetisi Debat Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda pada Selasa (8/10) malam.
Brahmantara menjelaskan Indonesian Heritage Agency mengelola sebanyak 18 unit museum dan 34 cagar budaya. Diantara museum yang di bawah pengelolaan mereka adalah Museum Nasional dan Museum Sumpah Pemuda. Dia berharap rencana pembukaan kembali Museum Nasional untuk publik diberikan kelancaran.
Seperti diketahui Museum Nasional mengalami kebakaran pada 16 September 2023. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu, Museum Nasional ditutup untuk dilalukan renovasi.
Lebih lanjut Brahmantara menjelaskan Indonesia Heritage Agency berupaya melakukan inovasi pengelolaan museum sebagai ruang publik. Mereka berupaya menghadirkan museum tidak hanya sebatas menampilkan narasi sederhana. Tetapi juga berupaya menangani keinginan publik.
Dia mengatakan secara garis besar museum itu tempat penting. Yaitu wahana untuk menyajikan tonggak sejarah dan ruang inspirasi, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Sehingga bisa ikut mengobarkan semangat persatuan dan nasionalisme.
Secara khusus dia menyambut baik pelaksanaan debat antar siswa atau pelajar di Museum Sumpah Pemuda. Apalagi acara tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober nanti. Menurut dia, pemuda atau remaja harus bisa berpikir kritis.
Brahmantara mengatakan anak muda sekarang harus peka terhadap persoalan di lingkungannya. Kemudian bisa menyampaikan gagasannya dengan baik, termasuk inovasi solusi untuk mengatasinya. Dia mengatakan generasi muda harus berubah dan tidak lagi identik dengan generasi rebahan. ’’(Jangan menjadi) Generasi yang hanya scroll-scroll layar HP, tanpa peka terhadap situasi sekitar,’’ tandasnya.
Sebagai informasi, dalam kompetisi itu juara pertama diraih SMA Atisa Dipamkara, Kab. Tangerang. Kemudian disusul MAN 4 Jakarta (juara kedua), SMAN 6 Jakarta (juara ketiga), dan SMA Mardi Yuana Bogor (juara harapan 1).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
