Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2024 | 02.21 WIB

Melihat Strategi 3 Paslon Gubernur-Wagub dalam Mengendalikan Kemacetan Jakarta, Pramono Akui Transjakarta Tak Mampu

Tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto, dan Pramono Anung-Rano Karno saling berjabat tangan usai mengikuti debat pertama pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahu - Image

Tiga pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto, dan Pramono Anung-Rano Karno saling berjabat tangan usai mengikuti debat pertama pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahu

JawaPos.com - Tiga pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur Jakarta saling adu kuat dalam ide-ide mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Apalagi kemacetan lalu lintas di kota metropolitan ini sudah begitu parah. Umumnya berupaya mengatasi dengan cara mengendalikan macet itu sendiri.

Ada banyak catatan dari debat perdana Pilgub Jakarta 2024 di JIExpo Kemayoran, Minggu (6/10) malam. Ketiga paslon itu kompak membawa caranya sendiri-sendiri untuk mengatasi masalah macet di Jakarta. Meski demikian, ketiga paslon itu memiliki kesamaan cara mengatasi masalah macet.

Berikut adalah rangkuman masing-masing cara paslon di Pilgub Jakarta mengatasi macet.

1. Ridwan Kamil-Suswono

Ridwan Kamil berencana menggilirkan Work From Home (WFH) untuk mengatasi kemeracetan di Jakarta. Hal itu disampaikan dalam debat perdana Pilgub Jakarta.

"Kita pergilirkan yang namanya WFH. Senin industri media, Selasa industri hukum," ujarnya di JIExpo Kemayoran, Minggu (6/10).

Di sisi lain, selama lima tahun bila memimpin Jakarta, RK memastikan akan membangun pusat-pusat pertumbuhan di masing-masing wilayah di Jakarta. "Sehingga orang di selatan tinggalnya di selatan tidak usah ke pusat, kerja di selatan, ngemal di selatan," tandasnya.

Tak hanya itu, mantan Gubernur Jawa Barat itu berencana untuk terus meningkatkan transportasi umum di Jakarta. Salah satunya adalah dengan membuat transportasi sungai untuk mengatasi macet.

"Kita mungkin coba akan berinisiasi membuat riverway atau perahu melintasi 13 sungai di Jakarta," ucapnya. "Kemudian perluasan flyover masih dibutuhkan," sambung RK.

2. Pramono Anung-Rano Karno

Pramono Anung mengakui Transjakarta tidak mampu mengatasi persoalan kemacetan di Jakarta. Dia berjanji akan menggencarkan Transjabodetabek untuk mampu mengatasi kemacetan dari wilayah aglomerasi.

"Transjakarta tidak cukup untuk mengatasi, menyelesaikan persoalan macet di Jakarta. Aglomerasi telah ada, maka yang harus dilakulan adalah TransJabodetabek untuk itu maka harus diatur dari ujungnya," kata Pramono.

Pramono pun berjanji akan menggratiskan 15 golongan warga untuk naik MRT, LRT, dan Transjakarta. Termasuk juga dari wilayah aglomerasi.

"Saya termasuk yang akan membebaskan 15 golongan yang sekarang ini sudah naik busway gratis, maka mereka naik MRT dan LRT juga gratis, baik dari Bekasi, dari Tangerang Selatan, dari Bogor, dan dari manapun apabila fasilitas itu ada," ucap Pramono.

Dharma Pongrekun tak memberi solusi konkret mengatasi macet di Jakarta dengan menambah transportasi umum. Dia justru memprioritaskan manajemen transportasi yang sudah di Jakarta.

“Dengan mengoptimalkan apa yang sudah ada, terutama manajemen, tidak perlu dulu menambah armada, manajemen diperbaiki, dioptimalkan, pastikan setiap track itu jaraknya 10 menit dan harus dipastikan,” ucapnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore