
Bakal Cagub dan Cawagub Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Tarakan, Jumat (30/08/2024). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), Basri Baco, buka suara soal Program Maghrib Mengaji yang sempat dikritisi Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3 Pramono Anung sebagai kampanye yang membawa-bawa agama.
Baco menegaskan bahwa Maghrib Mengaji merupakan program yang sudah diterapkan Ridwan Kamil saat menjabat Gubernur Jawa Barat. Program Maghrib Mengaji ini juga pernah diluncurkan oleh Gubernur Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan.
"Program ini bertujuan untuk menggantikan tradisi berkumpulnya anak-anak di masjid setelah magrib hingga isya'. Daripada mereka sibuk main gadget, kita arahkan untuk belajar atau mengaji Al-quran," katanya kepada wartawan, Rabu (2/10).
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini juga menyangkal bahwa Program Maghrib Mengaji ini akan membebani pelajar karena siswa-siswi akan tetap berada di sekolah sampai magrib.
"Nggak begitu konsepnya. Siswa tetap belajar di sekolah seperti biasa dan pulang juga sama seperti biasa. Hanya saja, ketika sudah sampai rumah, pelajar diharuskan mengaji di masjid, mushala, atau ke guru ngaji di sekitar tempat tinggal masing-masing," jelasnya.
Nantinya, Baco menerangkan bahwa pelajar akan diberi buku monitoring dari sekolah. "Di situ ada batas akhir mengaji, tanda tangan guru ngaji dan diketahui orang tua," ungkaonuq.
Selain untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi siswa muslim, Program Maghrib Mengaji juga bertujuan untuk mengurangi kenakalan remaja, seperti tawuran, geng motor, mabuk miras, narkoba dan lainnya.
"Targetnya menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan. Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda, melakukan tawuran dan narkoba," pungkasnya.
Sebelumnya, Program Maghrib Mengaji mendapat respons negatif dari lawan politiknya, Pramono Anung. Cagub nomor urut 3 itu menilai, program Maghrib Mengaji dianggap berbau politisasi agama.
"Sama sekali tidak. Bahwa ada yang mengusulkan untuk sampai maghrib di SMA-nya, kemudian mengaji, ya silakan lah mereka saja, kami tidak," ujar Pramono di hadapan warga di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Sabtu (28/9) lalu.
"Karena bagi kami yang namanya Pilgub ini bukan hal yang bersifat keagamaan, tetapi inilah bagaimana membangun Jakarta menjadi lebih baik," lanjut Pramono Anung.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
