
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth meninjau Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Rabu (29/5).
JawaPos.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyoroti kinerja Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) dalam pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH). Pasalnya, taman kota Tebet Eco Park di Jakarta Selatan baru saja menelan korban. Salah satu pohon di Tebet Eco Park tumbang dan menimpa seorang pengunjung.
Hardiyanto Kenneth menuturkan, jika Distamhut melakukan pengawasan dengan benar terhadap pohon-pohon di taman-taman kota, maka insiden pada Jumat (24/5) tidak akan terjadi. Apalagi kejadian itu terjadi di Tebet Eco Park, salah satu taman kota yang sangat sering dikunjungi warga untuk bersantai atau bermain. Ditambah pula di areal Tebet Eco Park terdapat kawasan bermain anak.
"Saya minta kepada Distamhut Jakarta bisa lebih memperhatikan dan melakukan pemeliharaan secara intensif di Tebet Eco Park. Baik pohon maupun fasilitas di sana," ungkap Kenneth kepada wartawan Rabu (29/5).
Untuk diketahui, sebatang pohon flamboyan di di Tebet Eco Park, tumbang pada Jumat (24/5). Insiden itu menimpa seorang pengunjung perempuan berinisial NA, 28, warga Jakarta Timur. Akibatnya, warga itu terluka dan sempat pingsan. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Tebet untuk mendapatkan perawatan.
Pohon flamboyan yang tumbang itu berdiameter sekitar 60 sentimeter dan terletak di dekat taman bermain anak-anak. Saat kejadian tidak ada angin kencang, pohon roboh diduga karena faktor usia.
Tebet Eco Park memiliki luas 7,3 hektare. Di sana banyak fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung.
Lebih jauh anggota Fraksi PDIP itu mengatakan, informasi yang dia dapat bahwa kini pengunjung banyak mengeluhkan kondisi fasilitas hingga kebersihan di Tebet Eco Park. Kali kecil yang menjadi saluran air dan melintang di tengah Tebet Eco Park menimbulkan bau tak sedap. Kondisi itu sangat membuat pengunjung jadi tidak nyaman.
"Setelah saya cek di lokasi, rupanya saluran air di Tebet Eco Park itu menampung alıran air dari mana saja, baik limbah dari rumah warga dan saluran air umum. Ya wajarlah bau," ujarnya.
Fakta lain yang diungkap Kenneth, yakni jembatan gantung yang tidak kunjung diperbaiki. Beberapa lampu taman sudah rusak atau tidak menyala.
Kondisi itu sangat kontras yang pernah diraih Tebet Eco Park. Sebelumnya taman itu pernah mendapatkan penghargaan bergengsi dan bertaraf internasional, Design of The Year di President’s Design Award 2023 Singapura; dan Gold Award pada Singapore Landscape Architecture Awards 2022.
Legislator yang biasa disapa Bang Kent itu menyoroti perawatan yang pernah dilakukan untuk Tebet Eco Park pada 2022 yang menelan anggaran Rp 40 miliar. Dana sebanyak itu tidak membuat Tebet Eco Park jadi lebih baik.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
