
Istri dan anak dari Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Massdes Arouffy viral lantaran sering pamer barang-barang mahal di media sosial pribadi mereka.
JawaPos.com-Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah menyebut bahwa pejabat Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang keluarganya hobi pamer kekayaan atau flexing harus mendapatkan sanksi tegas.
"Ya itu harus dicopot dari jabatannya, dilaporkan, dan diproses ke KPK. Jadi diselidiki hartanya dari mana itu," ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (2/4).
Diketahui bahwa istri dan anak dari Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Massdes Arouffy viral lantaran sering pamer barang-barang mahal di media sosial pribadi mereka.
Pencopotan jabatan Massdes itu, kata Trubus tak usah menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat. Ia mengatakan harus ada dua tahapan menghadapi para pejabat ataupun keluarganya yang suka pamer ini. Pertama, statusnya sebagai penjabat dan yang kedua status kepegawaiannya sebagai ASN.
"Jadi itu diproses berdasarkan PP 94 Tahun 2021 mengenai kedisiplinan ASN. Terus nanti dia baru ditentukan dipecat atau diapakan gitu kan. Berat atau ringan, itu begitu. Nah itu kaitannya dengan kepegawaiannya," jelasnya. "Terus yang berikutnya terkait dengan laporan harta kekayaannya. Harta kekayaannya itu diproses oleh KPK. Jadi dipanggil dia, untuk klarifikasi harta kekayaannya dari mana berdasarkan LHKPN itu. Nanti ditelusuri," imbuh dosen Trisakti itu.
Sebelumnya, akun Twitter @partaisocmed mengunggah foto Massdes bersama sang istri yang tengah menggunakan tas Hermes Birkin Crocodile. Tas itu diketahui berharga 105.000 dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 1,5 miliar.
Tak hanya sang istri, putri Massdes juga kerap memamerkan beberapa koleksi tas mewahnya dari brand ternama, seperti Gucci, Louis Vuitton, Dior, dan Balenciaga. Kado sepatu mewah hingga perlengkapan fotografi berharga puluhan juta rupiah pun turut dipamerkan oleh sang anak.
Padahal, dalam LHKPN, harta Massdes dilaporkan hanya Rp 1,8 miliar. Harta yang paling tinggi nilainya berupa tanah dan bangunan seluas 180 m2/156 m2 di Kota Tangerang Selatan senilai Rp 982 juta.
Selain itu, pejabat Dishub DKI tersebut memiliki tiga unit kendaraan yang terdiri dari mobil Mitsubishi Jeep tahun 2021 seharga Rp 504 juta, mobil Toyota Fortuner tahun 2017 seharga Rp 319 juta dan motor Honda Beat seharga Rp 4,4 juta. Kemudian, Masdess juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 30 juta dan kas dan setara kas senilai Rp 277.118.127. Dalam laporan harta kekayaannya itu, Massdes ternyata memiliki utang senilai Rp 243.026.415. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
