Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 November 2022 | 16.26 WIB

Salah Satu Anggota Keluarga Kalideres Diduga Menganut Aliran Sesat

Rumah penemuan jenazah satu keluarga yang berlokasi di Jalan Taman Asri 3, RT 7/ RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (14/11/2022) (ANTARA/Walda) - Image

Rumah penemuan jenazah satu keluarga yang berlokasi di Jalan Taman Asri 3, RT 7/ RW 15, Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (14/11/2022) (ANTARA/Walda)

JawaPos.com - Penyidik Gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat menduga Budiyanto Gunawan, salah satu anggota keluarga yang tewas di Kalideres menganut aliran sesat. Saat ini penyidik masih mendalami jenis aliran sesat tersebut.

"Bahwa ada kecenderungan salah satu keluarga yang dominan, yang mengarah kepada almarhum Budiyanto, bahwa yang bersangkutan memiliki sikap positif terhadap aktivitas ritual tertentu," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (30/11).

Dugaan ini didapat berdasarkan penyelidikan psikologi forensik. Diperkuat oleh keterangan saksi dan alat bukti.

"Hasil penyelidikan sementara dengan melibatkan tim asosiasi psikologi forensik menemukan bahwa ada keindetikan penyelidikan berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang ada di TKP," jelasnya.

Budiyanto diduga menganut ajaran sesat karena percaya bisa membuat kehidupannya lebih baik. "Hal ini mengakibatkan adanya suatu belief dalam keluarga tersebut bahwa upaya untuk membuat kondisi lebih baik," imbuhnya.

Budiyanto juga percaya ritual tertentu yang dijalankannya bisa mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarganya. "Atau mengatasi masalah yang terjadi dalam keluarga, dilakukan melalui ritual tertentu," tandas Hengki.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari empat orang yang ditemukan meninggal dunia di rumah kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Keempat jasad bernama Rudyanto Gunawan (71), K. Margaretha Gunawan (58), Dian (42), dan Budyanto Gunawan tersebut ditemukan pada Kamis (10/11/2022) sore. Keluarga itu meninggal diduga karena tidak mengkonsumsi makanan dalam waktu cukup lama.

Hal itu diutarakan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce. Menurutnya, dugaan itu setelah dia menerima laporan hasil otopsi dari Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

“Lambung para mayat ini tidak ada makanan jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot ototnya sudah mengecil,” kata Pasma saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (11/11).

Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan tanda kekerasan benda tumpul atau benda tajam di sekujur tubuh korban. Lebih lanjut, Pasma juga menjelaskan satu keluarga itu diperkirakan telah meninggal sejak tiga minggu lalu.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore