
KOMUNITAS PEMBACA SEJARAH: JJ Rizal, direktur dan salah satu pendiri Komunitas Bambu. (INSTAGRAM JJ RIZAL)
JawaPos.com - Sejarawan JJ Rizal meminta Gubernur DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk menghentikan proyek revitalisasi Halte Tosari-Bundaran HI. Menurutnya, revitalisasi halte tersebut membuat pandangan warga yang melintas di kawasan tersebut jadi terhalang ke arah Patung Selamat Datang.
"Mohon pak gubernur @aniesbaswedan setop pembangunan halte @PT_Transjakarta yang arogan di kawasan cagar budaya penanda sejarah perubahan kota kolonial jadi kota nasional warisan Sukarno," ucapnya dikutip dari cuitan Twitter @JJRizal, Kamis, (29/9).
JJ Rizal sudah mengizinkan JawaPos.com untuk mengutip cuitannya tersebut. Ia mengatakan, Patung Selamat Datang adalah warisan dari Presiden pertama RI Soekarno dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965 Hendrik Hermanus Joel Ngantung atau yang akrab dikenal Henk Ngantung.
Selain itu, menurutnya Patung Selamat Datang yang dihalangi pembangunan Halte Tosari-Bundaran HI itu juga merupakan simbol keramahan bangsa, semangat bersahabat melaksanakan ketertiban dunia berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
"Apalagi PT Transjakarta tak cukup puas hanya bangun halte gigantis di sekitar HI, tapi juga di Sarinah, satu lagi penanda sejarah untuk mengingatkan bahwa ibu kota nasional berbeda dari ibukota kolonial, simbol ekonomi kapitalisme yang rakus, melainkan ibu kota ekonomi kerakyatan," cuitnya.
Rizal menambahkan, seharusnya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Transjakarta membangun fasilitas publik dengan orientasi kerakyatan dan menjaga sumber inspirasi kota, yaitu warisan sejarahnya. Oleh karenanya, ia meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menghentikan pembangunan halte tersebut agar tidak menjadi noda yang ditinggalkan menjelang kelengserannya.
"Jangan biarkan halte-halte itu jadi noda di buku sejarah masa pemerintahan bapak yang kaya prestasi," tegasnya.
Meski menentang pembangunan yang menghalangi pandangan ke arah Patung Selamat Datang, Alumni Sastra Universitas Indonesia itu mengungkapkan bahwa pembangunan halte tetap dapat di tempat tersebut, tetapi dengan mencari model arsitektur lain yang lebih respek terhadap bangunan bersejarah.
"Desain yang lebih merunduk, menghormat vista cagar budaya. Bukan yang dengan sengaja malah memanfaatkan ruang yang bernilai komersil untuk komersialisasi," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
