Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 September 2022 | 02.37 WIB

Tak Konsumsi BBM, Tarif Bajaj BBG Nggak Ikut-ikutan Naik

Ilustrasi bajaj berbahan bakar gas sangat dinilai pengemudi lebih rumah dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. (Saifan Zaking/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi bajaj berbahan bakar gas sangat dinilai pengemudi lebih rumah dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. (Saifan Zaking/JawaPos.com)

JawaPos.com - Imbas dari naiknya harga BBM Pertalite membuat ongkos transportasi umum mulai dari angkot hingga ojek online di DKI Jakarta ikut naik. Angkutan umum semacam bajaj berbahan bakar gas pun kini menjadi alternatif warga DKI untuk mobilitas.

Sukma, 35, salah seorang sopir bajaj yang mangkal di depan Gedung DPRD DKI mengatakan bahwa tarif bajaj tidak naik meski BBM Pertalite dan Solar naik. Sebab, bahan bakar bajajnya tidak menggunakan bensin, melainkan gas (BBG).

"Ya, kalau kita nggak ada kenaikan harga, soalnya kan nggak pakai BBM Pertalite," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (7/9).

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mematok harga tarif per perjalanan menggunakan bajaj. Dengan begitu, orang-orang dapat melakukan tawar-menawar untuk menemukan harga yang cocok.

"Kita nggak matok harga. Tawar-menawar aja ini. Kalau penumpang dan kita sama-sama mau ya bawa. Kalau nggak, ya udah batal," paparnya.

Lelaki yang sudah empat tahun berprofesi sebagai sopir bajaj itu mengemukakan bahwa full tangki pengisian bajaj itu dapat digunakan hingga 100 kilometer perjalanan. Itulah alasan salah satunya kenapa ia masih memilih bertahan menjadi sopir bajaj.

"Kalau pakai gas irit, walaupun susah nyewanya. Ini dari pagi sampai malam ngisi paling sekali doang cuma Rp 20 ribu," pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan subsidi, meliputi Pertalite, solar, dan Pertamax pada, Sabtu (3/9) dan mulai berlaku pukul 14.30 WIB. Kenaikan harga BBM tersebut diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam konferensi persnya disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube, Sekretariat Presiden pada Sabtu (3/9).

Arifin menyebut, harga Pertalite berubah menjadi Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 7.650 sementara untuk Solar menjadi Rp 6.800 dari sebelumnya Rp 5150. Sedangkan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

"Hari ini tanggal 3 September 2022 pukul 13.30 pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi antara lain, Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, kemudian Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore