
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons Surat Peringatan (SP) 2 yang diberikan Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (Kopaja) di Balai Kota DKI Jakarta hari ini, Senin (23/8). (Royyan/JPC)
JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons Surat Peringatan (SP) 2 yang diberikan Koalisi Perjuangan Warga Jakarta (Kopaja) di Balai Kota DKI Jakarta hari ini, Senin (23/8). SP 2 tersebut dilayangkan Kopaja karena Pemprov DKI dianggap tidak mampu mengatasi sembilan masalah krusial yang ada DKI Jakarta.
Menanggapi hal tersebut, Ariza menyatakan bahwa anggapan Pemprov tak bisa mengatasi masalah di DKI Jakarta hanya berasal dari kelompok masyarakat tertentu. "Ya itu kan versi kelompok masyarakat. Masyarakat kan banyak, ada 10,5 juta warga Jakarta. Itu warga yang mana?" ujarnya saat dimintai konfirmasi kepada wartawan, Senin (23/8).
Namun begitu, ia mengaku akan menghormati semua masukan dan kritik terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap dapat duduk bersama dan ikut membicarakan yang terbaik bagi Jakarta.
"Tapi kita kan hormati, jangankan seribu orang. Satu orang aja punya pendapat, kita hormati, kita hargai. Jadi silakan kelompok masyarakat yang memberikan pendapat, kritik, rekomendasi, usulan, itu kita hormati. Kita bisa duduk sama-sama melihat mana yang sudah, mana yang belum," jelasnya.
Ariza menambahkan bahwa pekerjaaan untuk mengatasi permasalahan di Jakarta adalah kegiatan jangka panjang. Ia menyatakan bahwa semua masalah di Jakarta tidak begitu saja dengan mudah diatasi.
"Tidak bisa semua seperti membalikkan tangan. Semua tiba-tiba macet, selesai dalam satu periode, tidak mungkin ya. Banjir selesai dalam satu periode, ya tidak mungkin," ungkapnya.
Namun begitu, Ariza meminta agar warga juga dapat melihat sisi-sisi perubahan positif yang sudah dilakukan Pemprov DKI selama ini. Ia mencontohkan perubahan-perubahan transportasi umum yang terus berkembang secara signifikan.
"Kan jelas ada peningkatan yang signifikan. Jadi program-program itu terus kita tingkatkan. Bahkan kita sudah seperti kota-kota lainnya, sudah berpindah ke bus elektrik. Itu kan satu terobosan yang luar biasa. Jadi, kita ingin sejajar dengan kota-kota di negara lain," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
