Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 00.53 WIB

Baliho "Gubernur Giveaway" Dicopot, Caleg PSI Laporkan Camat Parung Panjang ke Bawaslu

Baliho milik Ronald Sinaga sebelum dicopot di depan kantor Camat Parung Panjang. - Image

Baliho milik Ronald Sinaga sebelum dicopot di depan kantor Camat Parung Panjang.

JawaPos.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald Aristone Sinaga tidak terima balihonya yang dipasang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, dicopot. Apalagi baliho yang menjadi alat peraga kampanye (APK) itu dicopot aparat Satpol PP. Dia mengklaim APK itu tidak melanggar aturan dan mengikuti prosedur yang jelas.

Akibat balihonya dicopot beberapa kali, caleg PSI itu siap melaporkan Camat Parung Panjang Icang Aliudin ke Bawaslu. "Baliho saya dicopot tiga kali di titik yang sama," ujar Ronald Sinaga kepada JawaPos.com, Senin (18/12).

Adapun baliho Ronald Sinaga yang dicopot itu bertuliskan, "Gubernur Giveaway, Bupati Serep, Anggota Dewan, Dinas PUPR, Aparat Hukum, Si Kumis Camat, Kerjanya Apa?"

Dengan dicopotnya baliho di titik yang sama sebanyak tiga kali, lantas pria yang aktif di akun Instagram "brorondm" itu menyiapkan lapran ke Bawaslu. "Laporan ke Bawaslu sedang kita siapkan, selanjutnya kita serahkan ke Bawaslu," sambungnya.

Ronald Sinaga belakangan ini cukup viral di media sosial (medsos). Dia ikut memperjuangkan suara masyarakat Parung Panjang gelisah dengan truk-truk melintas di jalan raya tanpa pengaturan. Apalagi truk itu melintas dari siang dan malam dengan muatan material tambang galian C dari arah Gunung Salak kawasan Sudamanik.

Truk-truk itu melintas tanpa memerhatikan keselamatan pengendara lain. Sebab, muatannya tidak ditutupi terpal. Tidak jarang muatan truk itu jatuh yang menimpa pengendara lain. Tidak hanya itu, truk-truk yang melintas membuat jalan jadi rusak. Akibat jalan rusak itu kerap terjadi kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa. Kadang kala ada truk yang rebah atau terbalik dan menimpa masyarakat hingga meninggal.

Situasi itu, membuat masyarakat Parung Panjang jadi marah dan menuntut pemerintah, mulai dari Pemprov Jawa Barat, Pemkab Bogor, Kecamatan Parung Panjang untuk membuka mata dan bersikap lebih baik.

Bahkan beberapa pekan lalu warga melakukan aksi unjuk rasa kepada pemerintah agar pemerintah melindungi masyarakat dan menindak truk-truk yang melintas pada siang hari.

Kegelisahan warga itu menyentuh hati Ronald Sinaga. Dia ikut bersuara memperjuangkan rintihan-rintihan warga Parung Panjang.

Puncak dan kebetulan Ronald Sinaga tercatat sebagai salah satu caleg di daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor. Dapil itu meliputi Kecamatan Parung Panjang. Ronald Sinaga pun memasang APK-nya di depan kantor camat Parung Panjang. Baliho itu bertuliskan, "Gubernur Giveaway, Bupati Serep, Anggota Dewan, Dinas PUPR, Aparat Hukum, Si Kumis Camat, Kerjanya Apa?" Baliho itulah yang dipasang malam, pagi sudah hilang.

Di tempat lain, Camat Parung Panjang Icang Aliudin mengklaim APK milik Ronald tidak seperti APK caleg lainnya. APK itu lebih bernuansa ujaran kebencian. "Tulisan APK-nya sudah pada ranah ujaran kebencian. Saya menjaga martabat pemerintah. Dia sudah menjatuhkan wibawa pemerintah. Mulai dari provinsi hingga kecamatan," klaimnya.

Dia menyarankan Ronald untuk mengkritik secara santun. Tidak menggunakan bahasa ujaran kebencian dalam membuat baliho kampanye Pemilu 2024.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore